Minggu, Juni 15, 2025
BerandaBeritaNasionalTagar 'Save Papua' dan 'Save Raja Ampat' Menggema di Media Sosial, Apa...

Tagar ‘Save Papua’ dan ‘Save Raja Ampat’ Menggema di Media Sosial, Apa Artinya?

Bantentv.com – Tagar atau Hastag ‘Save Papua’ dan ‘Save Raja Ampat’ menggema di media sosial sejak Rabu, 4 Juni 2025 hingga saat ini.

Hastag ‘Save Papua’ dan ‘Save Raja Ampat’ ini muncul karena kekhawatiran terhadap dampak eksploitasi tambang nikel yang dinilai membahayakan lingkungan dan keberlangsungan hidup masyarakat lokal di Raja Ampat, Papua Barat Daya. Pentingnya aksi untuk Save Raja Ampat tidak dapat diabaikan karena dampak ini.

Pada 26 Mei 2025, ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi Jaga Alam Raja Ampat (ALJARA) menggelar aksi damai di depan kantor DPRD Kabupaten Raja Ampat. Mereka berkumpul untuk menyuarakan gerakan Save Raja Ampat.

Mereka menuntut pencabutan izin tambang nikel PT Mulia Raymond Perkasa yang beroperasi di Pulau Batang Pele dan Manyaifun, kawasan yang berbatasan langsung dengan zona konservasi laut.

“Raja Ampat bukan hanya sumber penghidupan masyarakat adat, tetapi juga warisan alam yang harus dijaga untuk generasi mendatang,” kata Ketua ALJARA, mempertegas tujuan Save Raja Ampat.

Baca juga : Tren #KaburAjaDulu, Ajakan Pindah Keluar Negeri Viral Di Medsos

Pernyataan tersebut menegaskan penolakan masyarakat terhadap proyek tambang yang berpotensi merusak ekosistem laut dan budaya setempat.

Gerakan Save Raja Ampat dan Save Papua juga ramai diperbincangkan di media sosial, menunjukkan kepedulian masyarakat terhadap apa yang terjadi.

Tagar ini pun menjadi trending di media sosial X dengan ribuan pengguna aktif membagikan dukungan untuk menghentikan ekspansi tambang.

Pada tagar tersebut pun tak sedikit warganet membagikan keindahan Raja Ampat di Tanah Papua itu menjadi gundul akibat aktivitas penambangan nikel. Fenomena ini menjadi inti dari gerakan Save Raja Ampat.

Mereka juga menyebut bahwa Raja Ampat di Tanah Papua adalah surga dunia yang bisa dinikmati oleh semua orang.

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti pun turut menyuarakan kekhawatirannya melalui akun media sosialnya pada 2 Juni 2025.

“Surga terakhir Indonesia yang bernama Raja Ampat itu kini berada dalam ancaman keserakahan industri nikel dan hilirisasinya yang digadang-gadang pemerintah,” tulisnya.

Mantan menteri itu juga menanyakan kepada pemerintah Raja Ampat di Tanah Papua itu tempat wisata yang ikonis atau tambang nikel.

“Raja Ampat: Wisata ikonis atau tambang nikel?” imbuhnya, menggarisbawahi tantangan dalam Save Raja Ampat.

Ia pun menghimbau kepada Presiden Prabowo untuk segera mengambil tindakan untuk menghentikan proyek tambang tersebut. Upaya ini adalah langkah penting dalam gerakan Save Raja Ampat.

“Pak Presiden @prabowo mohon segera dihentikan,” pungkasnya.

Gerakan ‘Save Papua’ dan ‘Save Raja Ampat’ menjadi simbol perlawanan kolektif terhadap keserakahan segerombolan orang yang merusak alam demi kepentingan mereka. Dengan demikian, tujuan Save Raja Ampat semakin diperkuat.

TERKAIT