Bantentv.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) nampaknya masih terus mengalami penurunan pada penutupan perdagangan hari ini, Kamis, 21 Mei 2026. Setelah mengalami terjun bebas di 3,54 persen atau 223,56 poin ke level 6.094,94.
Pada perdagangan saham Kamis pekan ini, IHSG sempat menyentuh level tertinggi 6.378,81. Sedangkan level terendah di 6.080,95.
Mengutip data RTI, indeks saham LQ45 juga tergelincir sebanyak 2,26 persen. Selain itu, seluruh indeks saham acuan melemah.
Adapun saat ini, posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah berada di kisaran Rp17.638.
Sepanjang perdagangan saham hari ini, hanya 88 saham yang menguat, hal itu berbanding terbalik dengan saham yang melemah yakni sebanyak 663 saham dan 69 saham sisanya tidak bergerak.
Baca Juga: IHSG Ditutup Menguat ke Level 7.307, Sektor Energi dan Consumer Siklikal Pimpin Penguatan
Adapun total frekuensi perdagangan hari ini mencapai 2.145.783 kali dengan volume perdagangan saham sebanyak 35,8 miliar saham. Sementara nilai transaksi harian saham telah mencapai Rp18,3 triliun.
Dalam IHSG hari ini, seluruh sektor saham alami tekanan dan melemah. Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia juga turun menjadi Rp10.553 triliun seiring anjloknya mayoritas saham berkapitalisasi jumbo.
Sektor saham energi bahkan turun 6,91 persen dan mencatatkan koreksi terdalam. Disusul sektor saham basic melemah 6,53 persen, dan sektor saham industri yang merosot 5,37 persen.
Selanjutnya sektor saham consumer nonsilikal terpotong 1,44 persen, sektor saham consumer siklikal menyusut 6,05 persen, sektor saham kesehatan ikut anjlok ke 1,65 persen, sektor saham keuangan terpangkas 1,22 persen.
Baca Juga: IHSG Kembali Melemah ke Level 8.103, 349 Saham Berakhir di Zona Merah
Saham melemah lainnya ada pada sektor saham properti yang turun 3,89 persen, sektor saham teknologi tergelincir 1,38 persen, sektor saham infrastruktur merosot 5,58 persen dan sektor saham transporasi menurun 4,92 persen.
Melemahnya IHSG hari ini terjadi di tengah bursa saham Asia Pasifik sebagian besar mengalami penguatan mengikuti wall street seiring meningkatnya optimisme atas kesepakatan perdamaian Timur Tengah.
Mengutip dari Liputan6, harga minyak cenderung naik setelah turun pada Rabu. Sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berjangka naik 1,23 persen menjadi USD 99,47 per barel dalam perdagangan Asia pada Kamis. Di sisi lain, minyak mentah Brent naik 1,24 persen menjadi USD 105,32 per barel.
Baca Juga: IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sektor Perindustrian Tertinggi 6,1 Persen
Dari sisi penggerak indeks, saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menjadi penopang terbesar IHSG dengan kontribusi positif 2,13 poin.
Disusul PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) sebesar 1,42 poin, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) 1,34 poin, dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) sebesar 1,26 poin.
Sementara penekan terbesar IHSG datang dari saham PT Astra International Tbk (ASII) yang membebani indeks hingga 14,96 poin. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) menekan 14,26 poin, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) 11,52 poin, serta PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) sebesar 11,21 poin.
Selain itu, tekanan juga datang dari saham-saham big caps lain seperti PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), hingga PT Merdeka Gold Resources Tbk (MDKA).
Baca Juga: IHSG Kembali Melemah ke Level 8.103, 349 Saham Berakhir di Zona Merah
Meski begitu, di saat IHSG ambruk, mayoritas bursa Asia-Pasifik justru bergerak menguat. Di antaranya indeks Kospi Korea Selatan melonjak 8,42 persen, Nikkei Jepang terbang 3,14 persen, sementara bursa Taiwan naik 3,37 persen.
Penguatan juga terjadi di ASX 200 Australia yang naik 1,47 persen, diikuti NZX 50 Selandia Baru yang menguat 0,92 persen serta indeks SET Thailand bertambah 0,45 persen.
Sebaliknya, beberapa bursa regional masih berada di zona merah. Seperti Hang Seng Hong Kong turun 1,03 persen, Shanghai Composite melemah 2,04 persen dan Shenzhen terkoreksi 2,07 persen. Bursa Malaysia juga turun 0,54 persen.
Editor : Erina Faiha