BerandaBeritaNasional9 WNI Misi Kemanusiaan GSF Tiba di Indonesia, Ungkap Dugaan Kekerasan Saat...

9 WNI Misi Kemanusiaan GSF Tiba di Indonesia, Ungkap Dugaan Kekerasan Saat Ditahan Israel

Saluran WhatsApp

Tangerang, Bantentv.com – Sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla melalui organisasi Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) tiba di Tanah Air melalui Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu 24 Mei 2026.

Sebelumnya, kapal yang mereka tumpangi diintersepsi militer Israel di sekitar perairan Siprus, Mediterania Timur, pada 18 Mei 2026. Setelah itu, para relawan ditahan di Kota Ashdod, Israel.

Setibanya di Indonesia, sejumlah WNI peserta misi kemanusiaan, di antaranya Heru Rahendro dan Herman Budianto, membagikan kesaksian terkait perlakuan yang mereka alami selama masa penahanan.

Mereka mengaku sempat mengalami tindakan kekerasan dan tekanan fisik maupun psikologis selama berada dalam tahanan.

Baca Juga: Menlu Sugiono Sambut 9 WNI Aktivis GSF di Bandara Soetta

Menurut pengakuan mereka, tentara Israel beberapa kali menggunakan granat suara yang terus menerus diledakkan untuk membuat para relawan terkejut dan tertekan.

Selain itu, mereka juga mengaku dipaksa berjalan merangkak dan tidak diperbolehkan mengangkat kepala selama proses penahanan berlangsung.

Tak hanya itu, kondisi tempat penahanan disebut tidak layak. Area tidur dalam keadaan basah dan para relawan tidak mendapatkan fasilitas dasar seperti selimut dan perlengkapan lainnya.

“Setiap kami berpindah ruangan, dari satu bilik ke bilik lain, kami mengalami kekerasan. Saya dipukuli, ditendang, bahkan sempat diinjak saat terjatuh. Saya juga beberapa kali disetrum di bagian badan, kaki, dan punggung,” ungkap Heru.

Meski mengalami tekanan selama menjalankan misi kemanusiaan, para relawan menegaskan solidaritas terhadap rakyat Palestina harus terus digaungkan, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di berbagai belahan dunia.

Baca Juga: Indonesia Kutuk Tindakan Israel terhadap Relawan Sumud Flotilla, Pembebasan WNI Jadi Prioritas

Sembilan WNI tersebut akhirnya dibebaskan pada 21 Mei 2026 setelah serangkaian langkah diplomatik yang dilakukan Pemerintah Indonesia bersama berbagai pihak dan negara sahabat.

Sebelum kembali ke Indonesia, mereka lebih dulu menjalani pemeriksaan kesehatan di Istanbul, Turki.

TERKAIT
- Advertisment -