Bantentv.com – Sejak Jumat, 22 Mei 2026, sejumlah wilayah di Sumatra alami blackout atau pemadaman listrik total. Sejumlah wilayah yang terdampak tersebut adalah Sumatra Utara. Di Medan, pemadaman masih terjadi di sejumlah kawasan hingga Sabtu pagi.
Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Sumatra Utara, Darma Saputra, mengatakan hingga pukul 07.00 WIB sebanyak 173 penyulang dari total 540 penyulang terdampak telah dipulihkan.
Namun, banyak wilayah yang masih mengalami gangguan listrik, di antaranya Medan Teladan, Medan Baru, Tembung Pasar 3 hingga Pasar 7, Medan Sunggal, Medan Marelan, Medan Deli, Jalan Sei Padang, Sebagian Medan Petisah, Medan Amplas, Medan Area dan Medan Halat.
Selain Kota Medan, pemadaman juga dirasakan di kawasan Perbaungan dan sekitarnya. Adapun dampak yang ditimbulkan, warga mulai mengeluhkan kesulitan air bersih karena pompa air rumah tangga tidak dapat digunakan akibat listrik padam.
“Iya sudah mulai kehabisan air. Karena hampir setiap rumah di sini pakai sanyo,” ujar Lili, warga Medan Halat dikutip dari Bangkapos.
Sementara di Riau, listrik yang sempat menyala setelah blackout Jumat malam, kembali padam pada Sabtu dini hari.
Baca Juga: Blackout Massal Lumpuhkan Sejumlah Wilayah di Sumatra, PLN Ungkap Penyebabnya
Warga mengaku frustrasi lantaran pemadaman terjadi berulang dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
“Pas bangun jam lima subuh terasa panas, lampu mati lagi. Saya kira token habis, ternyata listrik padam,” kata Yanti (37), warga Kabupaten Kampar.
Selain aktivitas rumah tangga terganggu, dampak yang ditimbulkan yakni sejumlah aktivitas ekonomi warga seperti barang dagangan yang dijual juga terancam rusak akibat lemari pendingin tidak berfungsi.
“Es krim sudah mulai mencair, makanya saya tutup pakai kardus. Kulkas juga sudah keluar air,” keluhnya.
Sementara gangguan jaringan internet dan komunikasi juga mulai dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Pekanbaru.
Adapun di Sumatra Barat, PLN menyebut seluruh gardu induk sudah kembali menyala. Namun, dari total 394 penyulang hingga Sabtu pagi masih ada 175 penyulang listrik yang belum pulih.
General Manager PLN UID Sumbar, Ajrun Karim menyebut, sekitar 40 persen wilayah Sumbar masih belum mendapatkan pasokan listrik maksimal.
Adapun wilayah yang terdampak tersebar di Kota Padang, Padang Pariaman, Pesisir Selatan, Tanah Datar, Pasaman, Pasaman Barat, Lima Puluh Kota, Payakumbuh, Padang, Panjang, Solok, Solok Selatan, Sijunjung dan Dharmasraya.
Dalam pemadaman ini, sejumlah lampu lalu lintas di persimpangan Padang mati total sehingga arus kendaraan sempat semrawut. Sehingga warga bersama polisi turun langsung mengatur lalu lintas secara sukarela demi menghindari kemacetan dan kecelakaan.
Dirut PLN Ungkap Penyebab Blackout
Pemadaman total secara tiba-tiba (blackout) di sejumlah wilayah di Sumatra membuat PLN angkat bicara.
Direktur Utama PLN (Persero) Darmawan Prasodjo mengungkapkan indikasi awal blackout massal di Sumatra berasal dari gangguan cuaca ekstrem di jalur transmisi 275 kV Muara Bungo–Sungai Rumbai di Jambi.
Gangguan tersebut menyebabkan sistem transmisi keluar dari jaringan utama dan memicu efek domino pada pembangkit listrik di berbagai daerah.
Akibatnya, terjadi ketidakseimbangan suplai dan beban listrik, sehingga sejumlah pembangkit otomatis lepas dari sistem untuk melindungi peralatan.
“Dan ini adalah gangguan kelistrikan yang cukup luas di wilayah Sumatra. Kami betul-betul memahami bahwa listrik adalah kebutuhan utama masyarakat,” kata Darmawan.
Meski demikian, PLN mengklaim proses pemulihan terus dilakukan secara bertahap hingga seluruh wilayah terdampak kembali normal sepenuhnya.
Baca Juga: Chandra Asri Dukung Pemulihan Pascabencana di Sumatra Secara Berkelanjutan
Namun, di sisi lain, Darmawan menjelaskan, pemulihan pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berbahan bakar batu bara juga membutuhkan waktu lebih panjang.
Pasalnya, terdapat sejumlah tahapan teknis yang harus dilakukan secara bertahap sebelum listrik kembali disalurkan ke masyarakat.
Menurut Darmawan, petugas perlu memanaskan air terlebih dahulu sebelum PLTU dapat beroperasi normal. Selain itu, proses penyalaan mesin juga dilakukan satu per satu untuk memastikan sistem berjalan aman dan stabil.
“Kemudian harus kami sambungkan dan kami sinkronkan, dan ini membutuhkan waktu,” ujar Darmawan.
Darmawan menambahkan, alasan sejumlah pembangkit listrik di Sumatra itu padam karena terkena efek domino dari kerusakan transmisi di wilayah Jambi.
Sehingga gangguan tersebut membuat transmisi terputus dan mengakibatkan sejumlah daerah mengalami over supply hingga kenaikan frekuensi dan tegangan listrik.
“Pembangkitnya langsung secara otomatis keluar dari sistem, atau kalau dalam istilahnya di dari publik adalah pembangkitnya secara otomatis padam,” tutur Darmawan.
Namun, saat ini PLN telah mengerahkan seluruh sumber daya untuk memulihkan kembali jaringan listrik di Sumatera.
PLN Hidupkan PLTA dan PLTG di Sejumlah Wilayah Sumatra
Pasca blackout yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatra, PLN telah menghidupkan kembali PLTA dan PLTG secara sistematis sehingga jaringan listrik di sejumlah daerah di Sumatra kembali tersambung.
“Sebagian sistem di Sumatra bagian selatan, Sumatra bagian tengah, Sumatra bagian utara, baik Sumatra Utara maupun Aceh, mulai dari tadinya padam total, mulai muncul titik-titik di mana listrik sudah mulai menyala,” ucap darmawan.
Sementara itu, pada sejumlah PLTU batu bara saat ini kondisinya masih membutuhkan persiapan untuk bisa dinyalakan kembali.
“Kami masih membutuhkan waktu untuk memulihkan agar seluruh pembangkit bisa menyala, bisa menyambung, dan bisa sinkron dengan sistem ketenagalistrikan di Sumatra bagian selatan, tengah, maupun Sumatra bagian utara,” tuturnya.
Sebelumnya, sebagian besar wilayah Sumatra mengalami mati listrik pada Jumat malam. Saat itu, jaringan listrik terputus sejak pukul 18.44 WIB. Untuk menghadapi situasi ini, PLN kemudian menerjunkan seluruh timnya untuk memulihkan kembali jaringan listrik Sumatra.