BerandaBeritaNasionalIdulfitri 2026 Bertepatan dengan Nyepi, Muhammadiyah Sampaikan Imbauan Penting untuk Umat

Idulfitri 2026 Bertepatan dengan Nyepi, Muhammadiyah Sampaikan Imbauan Penting untuk Umat

Saluran WhatsApp

Bantentv.com – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menetapkan Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Penetapan tersebut disampaikan Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dalam kegiatan Silaturahmi Ramadan 1447 H bersama media. Kegiatan tersebut berlangsung pada Senin, 16 Maret 2026.

Informasi tersebut juga disampaikan melalui rilis resmi Muhammadiyah yang memuat penjelasan Haedar Nashir mengenai pelaksanaan Idulfitri tahun ini.

Selain mengumumkan waktu Idulfitri 2026, Haedar turut menyampaikan pesan penting terkait toleransi antarumat beragama. Terutama karena perayaan Idulfitri tahun ini bertepatan dengan Hari Suci Nyepi di Bali.

Haedar Nashir mengimbau warga Muhammadiyah dan umat Islam untuk melaksanakan salat Idulfitri di lapangan terbuka. Hal ini sebagaimana yang dianjurkan dalam tradisi umat Islam.

Baca Juga: Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Ini Versi Muhammadiyah, NU dan Pemerintah

Namun apabila kondisi tidak memungkinkan, salat Id dapat dilaksanakan di masjid maupun tempat lain yang memungkinkan.

Terkait berbarengannya Idulfitri dengan Nyepi, Haedar secara khusus meminta umat Islam di Bali untuk menjaga harmoni. Selain itu, mereka juga diminta menghormati umat Hindu yang sedang menjalankan ibadah.

“Terkhusus warga Muhammadiyah, takmir masjid Muhammadiyah, dan umat Islam di Bali diharapkan tidak melaksanakan takbir keliling maupun menggunakan pengeras suara,” ujar Haedar.

Ia menjelaskan bahwa takbir tetap dapat dilaksanakan di rumah atau di masjid masing-masing tanpa menggunakan pengeras suara.

Haedar menegaskan bahwa perbedaan dalam penentuan waktu Idulfitri merupakan hal yang wajar dalam kehidupan umat Islam. Karena itu, masyarakat diharapkan dapat menyikapinya dengan sikap saling menghormati.

Baca Juga: Kapan Idulfitri 1446 H? Ini Penetapan 1 Syawal menurut Muhammadiyah dan Pemerintah

“Pada substansinya, mari Idulfitri ini, baik dalam kesamaan maupun perbedaan, kita jadikan momentum untuk menggali dan mengimplementasikan sumber-sumber pencerahan agama bagi kehidupan kita,” kata Haedar.

Ia berharap nilai-nilai tersebut dapat diwujudkan dalam kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat, hingga kehidupan berbangsa dan bernegara.

TERKAIT
- Advertisment -