BerandaGaya HidupHindari Makanan Ini saat Cuaca Panas Ekstrem Melanda

Hindari Makanan Ini saat Cuaca Panas Ekstrem Melanda

Saluran WhatsApp

Bantentv.com – Musim kemarau telah melanda sebagian wilayah Indonesia. Tak hanya kemarau biasa, BMKG telah mempredikai cuaca panas yang melanda di musim kemarau saat ini tergolong ekstrem.

Bahkan cuaca panas yang melanda saat ini disebut-sebut sebagai Fenomena El Niño “Godzilla” yang terasa lebih ekstrem.

Di tahun 2026 ini musim kemarau, gak hanya diprediksi menyebabkan cuaca panas ekstrem, namun juga berdampak pada kekeringan panjang di Indonesia, terutama antara Mei-Oktober, dengan puncak musim kemarau pada Agustus 2026.

Baca Juga: Es Ciming Khas Purwakarta, Dessert Tradisional yang Dingin dan Segar Cocok untuk Cuaca Panas

Cuaca panas ektrem ini tentu bisa nerdampak juga pada tubuh yang bisa saja menjadi lemah dan kehilangan cairan. Sehingga sangat dibutuhkan asupan yang baik untuk tubuh seperti nutrisi yang seimbang dan cairan yang cukup.

Tak hanya itu, masyarakat juga diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan pada siang hari. Konsumsi air putih juga perlu diperbanyak guna menghindari dampak buruk akibat paparan panas ekstrem yang tengah melanda.

Yang tak kalah penting adalah membatasi bahkan menghindari sejumlah makanan yang bisa meningkatkan panas tubuh dan membuat kondisi semakin tidak nyaman.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut lima jenis makanan yang sebaiknya dihindari aat cuaca panas melanda.

Gorengan

Makanan yang digoreng memang keeap menjadi makanan primadona banyak orang. Sekalian karena gurih, makanan ini bisa disantap dan dipadupadankan dengan makanan lainnya.

Hati-hati sebaiknya makanan jenis ini dihindari saat cuaca panas ekstrem. Kandungan lemak yang tinggi membuat makanan ini lebih sulit dicerna tubuh.

Dalam proses pencernaan itu dapat memicu peningkatan panas dalam tubuh melalui proses metabolisme.

Tak hanya itu kandungan garam yang tinggi juga bisa mempercepat dehidrasi, sehingga tubuh terasa lebih berat, mudah lelah, dan kurang segar sepanjang hari.

Untuk alternatif, pilihlah makanan yang lebih ringan seperti makanan yang dikukus atau direbus.

Makanan Pedas

Menyantap makanan pedas terkadang menjadi tantangan tersendiri, bahkan dapat menggugah selera. Namun mengonsumsinya perlu dibatasi saat cuaca ekstrem melanda.

Namun perlu diingat bahwa mengonsumsi pedas juga perlu dibatasi terlebih saat cuaca panas ekstrem. Kandungan capsaicin dalam cabai dapat meningkatkan suhu tubuh dan memicu keringat berlebih.

Meski keringat membantu mendinginkan tubuh, jika tidak diimbangi dengan asupan cairan yang cukup, kondisi ini justru bisa menyebabkan dehidrasi. Makanan pedas juga dapat mengganggu pencernaan seperti asam lambung. Maka pilihlah makanan dengan bumbu ringan tanpa harus pedas.

Selain itu, makanan pedas juga dapat memicu gangguan pencernaan seperti asam lambung dan rasa tidak nyaman di perut. Untuk menyiasatinya, pilih makanan dengan bumbu ringan dan padukan dengan bahan segar seperti mentimun.

Minuman Berkafein

Minuman berkafein seperti kopi, teh, dan minuman energi sering menjadi pilihan sehari-hari. Akam tetapi saat cuaca panas, menhonsumsi minuman berkafein justru kurang tepat jika berlebuhan. Maka sebaiknya dikurangi.

Kafein bersifat diuretik ringan yang dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil, sehingga tubuh kehilangan cairan lebih cepat. Tak hanya itu, kafein juga dapat meningkatkan metabolisme tubuh yang berujung pada produksi panas tambahan.

Sebagai gantinya, kita dapat memilih minuman yang lebih menyegarkan seperti air kelapa, air lemon, atau jus buah segar.

Makanan Manis Berlebih

Makanan dan minuman yang manis memang menggoda di cuaca panas. Namun, konsumsi gula berlebih dapat membuat tubuh cepat lelah dan meningkatkan risiko dehidrasi.

Untuk pilihan yang lebih sehat, konsumsi buah segar dengan kandungan air tinggi seperti semangka, jeruk, atau melon yang dapat membantu menjaga hidrasi tubuh.

Makanan Berkuah Kental dan Berlemak

Makanan seperti kari kental, makanan bersantan, atau olahan berkrim juga sebaiknya dihindari saat cuaca panas ekstrem. Mengapa demikian? Karena jenis makanan ini cenderung berat di perut dan membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna.

Maka sebagai alternatif, pilihlah makanan yang lebih ringan seperti sayuran tumis, sup bening, atau lauk sederhana. Makanan-makanan ini yang terbilang ringan cerna hingga tidak membebani tubuh.

Meski di cuca ekstrem yang menyengat, jika kita dapat memahami atau mengatur pola makan dan minum, maka dapat dijalani dengan baik. Perhatikan tiap asupan yang kita konsumsi, biarkan tubuh kita tetap sehat dan terjaga meski di tengah cuaca panas ekstrem.

Editor Lilik HN
TERKAIT
- Advertisment -