Bantentv.com – Di tengah maraknya jajanan modern dan dessert kekinian, kue tradisional tetap memiliki tempat istimewa di hati masyarakat. Salah satunya adalah kue cincin, yang juga dikenal sebagai ali agrem.
Kue berbentuk bulat dengan lubang di tengah ini berasal dari Betawi, namun kini sangat akrab di lidah warga Banten, terutama di Serang dan Cilegon.
Kue cincin bukan sekadar jajanan pasar. Ia kerap hadir dalam berbagai momen kebersamaan, mulai dari hajatan keluarga, acara adat, hingga teman setia camilan sore hari.
Teksturnya yang legit dan sedikit kenyal berpadu dengan manis khas gula aren serta aroma pandan yang lembut, menghadirkan cita rasa sederhana namun membekas.
Baca Juga: Resep Kue Pasung Khas Banten: Kerucut Legit yang Mulai Langka
Lebih dari sekadar rasa, kue cincin menyimpan nilai budaya. Proses pembuatannya masih mempertahankan cara tradisional, menjadikannya simbol warisan kuliner yang terus hidup lintas generasi. Tak heran jika kue ini tetap dicari, meski zaman terus berubah.
Resep Kue Cincin (Ali Agrem) Khas Betawi–Banten
Bahan-bahan:
- 300 gram tepung beras
- 170 gram gula aren atau gula merah, iris halus
- 3 sdm gula pasir
- 1/3 sdt garam
- 150–180 ml air atau santan
- 2 lembar daun pandan
- Minyak goreng secukupnya
Cara Membuat
1. Membuat Larutan Gula
Campurkan air atau santan, gula aren, gula pasir, garam, dan daun pandan ke dalam panci. Masak dengan api kecil sambil diaduk hingga gula larut dan larutan sedikit mengental. Angkat dan biarkan hangat.
2. Membuat Adonan
Masukkan tepung beras ke dalam wadah. Tuangkan larutan gula hangat sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga adonan tercampur rata, kental, dan dapat dibentuk.
3. Mengistirahatkan Adonan
Tutup adonan dengan kain bersih atau plastik wrap. Diamkan minimal enam jam atau semalaman agar adonan lentur dan hasil gorengan tidak mudah pecah.
4. Membentuk Kue
Ambil adonan secukupnya, bulatkan, pipihkan, lalu lubangi bagian tengahnya. Susun di atas alas yang sudah diolesi minyak.
5. Menggoreng Kue
Panaskan minyak dengan api sedang. Goreng kue cincin hingga mengapung dan berwarna cokelat keemasan. Angkat dan tiriskan. Biarkan dingin agar teksturnya semakin padat dan legit.
Tips Agar Kue Cincin Lebih Sempurna
- Gunakan api sedang ke kecil agar kue matang hingga bagian dalam
- Pastikan adonan cukup diistirahatkan agar tidak retak saat digoreng
- Gunakan santan encer untuk aroma lebih harum dan rasa lebih gurih
- Simpan kue dalam wadah tertutup setelah dingin agar tetap empuk
Kue cincin paling nikmat disantap saat sore hari, ditemani teh hangat dan obrolan santai bersama keluarga.
Baca Juga: Resep Kue Biji Ketapang, Camilan Tradisional yang Renyah dan Manis Khas Lebaran
Sederhana, hangat, dan penuh kenangan. Itulah alasan kue cincin tetap lestari dari dapur Betawi hingga berbagai sudut Banten.