BerandaGaya HidupApa Itu Nutri Level? Ini Arti Label A-D pada Kemasan

Apa Itu Nutri Level? Ini Arti Label A-D pada Kemasan

Saluran WhatsApp

Bantentv.com – Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia memperkenalkan sistem label gizi bernama Nutri Level pada produk makanan dan minuman kemasan.

Kehadiran Nutri Level bertujuan membantu masyarakat dalam menentukan pilihan konsumsi yang lebih sehat.

Label ini memberikan gambaran sederhana mengenai kandungan gula, garam, dan lemak (GGL), sehingga masyarakat dapat lebih bijak dalam mengatur pola makan sehari-hari.

Baca Juga: Kemenkes Terapkan Label Nutri Level, Minuman Manis Wajib Cantumkan Informasi Gizi

Label Nutri Level dirancang sebagai alat informasi yang mudah dipahami. Melalui sistem ini, konsumen dapat langsung mengetahui apakah suatu produk tergolong rendah atau tinggi kandungan GGL.

Penerapan Nutri Level saat ini difokuskan pada industri skala besar sebagai bagian dari upaya mendorong perubahan pola konsumsi masyarakat.

Kebijakan ini tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) Nomor HK.01.07/MENKES/301/2026. Dalam aturan tersebut dijelaskan bahwa Nutri Level terdiri dari empat kategori yang dibedakan berdasarkan warna dan huruf.

Tingkatan Nutri Level

Sistem Nutri Level dibagi menjadi empat kategori utama yang menunjukkan tingkat kandungan gula, garam, dan lemak dalam suatu produk.

Penilaian Nutri Level ini didasarkan pada komposisi zat gizi dalam setiap 100 mL produk minuman olahan siap saji, dengan tiga parameter utama, yaitu gula, garam, dan lemak jenuh.

A (Hijau Tua)

Produk memiliki kandungan gula, garam, dan lemak paling rendah. Umumnya, kadar gula berada pada batas sangat kecil atau bahkan tanpa tambahan pemanis, dengan kandungan garam dan lemak jenuh yang juga minimal. Level ini menjadi pilihan paling disarankan bagi konsumen yang ingin menjaga pola makan sehat.

B (Hijau Muda)

Level B dengan warna hijau muda menunjukkan kandungan gula, garam, dan lemak yang masih tergolong rendah, meskipun sedikit lebih tinggi dibandingkan level A. Produk dalam kategori ini masih relatif aman dikonsumsi dalam batas wajar.

C (Kuning)

Level C yang ditandai dengan warna kuning mengindikasikan kandungan gula, garam, dan lemak yang berada pada tingkat menengah. Artinya, produk masih dapat dikonsumsi, tetapi sebaiknya tidak berlebihan agar tidak berdampak pada kesehatan.

D (Merah)

Adapun level D dengan warna merah menunjukkan kandungan gula, garam, dan lemak yang tinggi. Produk dalam kategori ini perlu dibatasi konsumsinya karena berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan apabila dikonsumsi secara berlebihan.

Melalui pengelompokan Nutri Level ini, masyarakat diharapkan dapat lebih mudah memahami kualitas gizi suatu produk hanya dari label yang tertera pada kemasan, sekaligus menjadi panduan praktis dalam menentukan pilihan konsumsi sehari-hari.

Editor Siti Anisatusshalihah
TERKAIT
- Advertisment -