BerandaBeritaJemaah Haji Asal Cilegon Meninggal di Mekkah, Tiga Jemaah Lain Masih Jalani...

Jemaah Haji Asal Cilegon Meninggal di Mekkah, Tiga Jemaah Lain Masih Jalani Perawatan

Saluran WhatsApp

Cilegon, Bantentv.com – Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kota Cilegon menerima kabar duka dari Tanah Suci. Seorang jemaah haji lanjut usia asal Kota Cilegon dilaporkan meninggal dunia di Mekkah setelah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kota Cilegon, Zarkoni, mengatakan jemaah haji tersebut meninggal dunia akibat komplikasi penyakit paru yang dideritanya selama berada di Arab Saudi.

“Jemaah Kota Cilegon meninggal pada hari ini, informasi tanggal 10 Juni, atas nama Bapak Haji Saluri. Beliau itu jemaah di kloter 21 JKG,” katanya.

Selain kabar wafatnya satu jemaah haji, pihak Kementerian Haji dan Umroh Kota Cilegon juga melaporkan masih terdapat tiga jemaah haji yang sedang menjalani perawatan medis menjelang jadwal kepulangan ke Tanah Air.

Para jemaah haji tersebut saat ini mendapat penanganan di rumah sakit di Arab Saudi karena kondisi kesehatan yang memerlukan pengawasan lebih lanjut.

Menurut Zarkoni, satu jemaah haji harus menjalani karantina kesehatan setelah teridentifikasi menderita tuberkulosis atau TBC.

Baca Juga: Tangis Haru Warnai Kepulangan 392 Jemaah Haji Kabupaten Serang di Pendopo Bupati

Sementara dua jemaah haji lainnya akan menjalani proses tanazul atau perubahan jadwal kepulangan karena kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan mengikuti seluruh rangkaian perjalanan.

“Yang dilaporkan sakit itu, waktu itu tiga ya, gitu ya. Karantina satu, yang nanti ditanazul-kan sakit, dipulangkan dulu,” paparnya.

Salah satu jemaah yang akan menjalani tanazul adalah Syamsudin. Kondisi kesehatannya dinilai tidak memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan hingga ke Madinah. Selain itu, terdapat satu jemaah haji lainnya yang juga akan ditanazulkan karena mengalami demensia.

“Dan satu jemaah yang kemudian akan ditanajulkan karena sakit juga, atas nama Pak Syamsudin. Kemudian satu lagi jemaah yang juga akan ditanajulkan karena mengalami demensia,” jelasnya.

Zarkoni menuturkan, kebijakan tanazul dilakukan demi keselamatan jemaah haji, terutama bagi mereka yang memiliki kondisi kesehatan rentan dan berusia lanjut.

Menjelang kepulangan yang dijadwalkan pada 14 Juni dan 28 Juni mendatang, Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kota Cilegon terus berkoordinasi dengan petugas haji serta tim kesehatan di Arab Saudi untuk memantau perkembangan kondisi para jemaah haji.

Editor Siti Anisatusshalihah
TERKAIT
- Advertisment -