Bantentv.com – Sebagian wilayah Indonesia telah memasuki kemarau termasuk di jabodetabek dan Banten.
Dalam beberapa kesempatan, pihak BMKG pernah menyebut dalam musim kemarau ini bakal terdapat fenomena El Nino yang kembali hadir di Tanah Air.
Kemunculan fenomena El Nino ini disebut-sebut akan memicu musim kemarau 2026 menjadi lebih kering.
Meski antara musik kemarau dan El Nino seringkali berkaitan, nyatanya keduanya memiliki perbedaan. Perbedaan tersebut terletak pada karakteristiknya.
Baca Juga: 7 Persen Wilayah Indonesia Masuk Kemarau, BMKG Waspadai El Nino
Dikutip dari media nasional, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Faisal Fathani menjelaskan, El Nino dan musim kemarau merupakan fenomena yang berbeda.
Faisal menjelaskan, kemarau merupakan fenomena iklim yang tetap datang setiap tahun di Indonesia karena Indonesia memiliki dua musim yakni musim hujan dan kemarau. Sedangkan El Nino merupakan fenomena iklim alami yang ditandai oleh pemanasan permukaan laut di bagian tengah dan timur Samudra Pasifik tropis.
Fenomena El Nino biasanya terjadi setiap dua hingga tujuh tahun sekali dan biasanya berlangsung antara sembilan hingga 12 bulan.
Baca Juga: Dampak El Nino, Ratusan Hektar Sawah di Banten Alami Kekeringan
Tak hanya itu, El Nino juga memiliki dampak yang beragam dalam lingkup skala global. Beberapa negara di kawasan Amerika Selatan seperti Peru, kehadiran El Nino berdampak pada meningkatnya curah hujan, sedangkan di Indonesia justru berdampak pada kondisi kering dan berkurangnya curah hujan.
Perlu digarisbawahi, bahwa jika El Nino terjadi bertepatan dengan musim kemarau di Indonesia, terdapat peluang kemarau yang lebih kering dari rata-rata historis.
BMKG juga memprakirakan dengan kehadiran El Nino, musim kemarau tahun ini akan bersifat lebih kering dibandingkan rata-rata klimatologisnya yang dicatatkan dalam 30 tahun.
Baca Juga: Menteri Pertanian Imbau Masyarakat Waspadai Cuaca Ekstrem El Nino
Memudian kondisi kemarau tahun ini menjadi lebih kering karena dipengaruhi oleh aktifnya fenomena El Nino yang mulai muncul pada akhir April hingga awal Mei 2026.
Lalu, apa saja beda karakteristik musim kemarau dan El Nino? Simak perbedaannya:
Kemarau:
– Variabilitas iklim normal bersifat musiman
– Terjadi setiap tahun
– Akibat angin monsun Australia membawa massa udara kering
El Nino:
– Anomali atau penyimpangan iklim
– Terjadi periodik antara 3-7 tahun sekali
– Akibat suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian timur dan tengah meningkat
Lilik HN