BerandaEkonomiBisnisDitutup Anjlok, IHSG Turun ke Level 6.905

Ditutup Anjlok, IHSG Turun ke Level 6.905

Saluran WhatsApp

Bantentv.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menurun pada penutupan perdagangan hari ini, Senin 11 Mei 2026 sebesar 0,92 persen atau 63,78 poin ke level 6.905,62.

Pada perdagangan hari ini, terpantau transaksi cukup ramai hingga mencapai Rp18,14 triliun dan volume perdagangan menyentuh 37,96 miliar saham. Adapun frekuensi yang diperjualbelikan sebanyak 2,58 juta kali.

Pada awalnya, IHSG memang sempat menguat sebesar 6.959,94. Selain itu, IHSG juga sempat berada di level terendah 6.846,63 dan level tertinggi 7.001,68.

Dalam perdagangan hari ini, hanya 263 saham menguat bergerak ke zona hijau, sedangkan sebanyak 463 saham melemah, dan 233 saham tidak bergerak.

Hal ini juga dipengaruhi oleh kabar terbaru dari pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang menunda pemberlakuan tarif baru untuk pungutan ekspor berbagai komoditas pertambangan.

Selain itu, saat ini rupiah juga semakin melemah hingga sempat mencapai Rp17.420/US$ dan menjadi titik terlemahnya secara intraday.

Baca Juga: Nyaris Sepekan Menghijau, IHSG Kembali Ditutup Melemah ke Level 6.969 Jelang Akhir Pekan

Berdasarkan data Bloomberg, indeks dolar AS (DXY) makin perkasa dengan level tertinggi mencapai 98,036 pada perdagangan hari ini, sejalan dengan ketidakpastian yang makin meningkat di pasar menyusul pernyataan terbaru Presiden AS Donald Trump terhadap eskalasi konflik Timur Tengah.

Seperti yang dilaporkan Bloomberg News, Presiden AS Donald Trump menolak proposal perdamaian terbaru untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama 10 minggu.

Berdasarkan sektornya, sektor infrastruktur yang masih tercatat terjadi penguatan sebanyak 1,52 persen pada penutupan perdagangan hari ini.

Sebaliknya, pelemahan terjadi pada sektor transportasi yakni sebesar 2,88 persen, sektor energi 2,02 persen, sektor keuangan 1,74 persen, sektor perindustrian 1,46 persen, serta sektor kesehatan 1,05 persen.

Selain itu, sektor barang konsumen primer juga mengalami penurunan 0,88 persen, disusul sektor properti 0,80 persen, sektor teknologi 0,53 persen, sektor barang baku 0,19 persen, dan sektor barang konsumen non-primer yang melemah 0,13 persen.

Berikut, saham-saham yang masuk top gainers, dikutip dari Liputan 6 antara lain:

* Saham LABS naik 34,16 persen

* Saham MEDS naik 30,77 persen

* Saham IKPM naik 29,65 persen

* Saham DPUM naik 27,33 persen

* Saham FIRE naik 22,06 persen

Saham-saham yang masuk top losers antara lain:

* Saham NIKL merosot 15 persen

* Saham ASPR merosot 14,91 persen

* Saham SHIP merosot 14,90 persen

* Saham MGNA merosot 10,59 persen

* Saham HRME merosot 10 persen

Saham-saham teraktif berdasarkan frekuensi antara lain:

* Saham PADI tercatat 146.328 kali

* Saham BMRI tercatat 64.349 kali

* Saham MEDS tercatat 56.337 kali

* Saham BUMI tercatat 48.124 kali

* Saham ESIP tercatat 46.613 kali

Saham-saham teraktif berdasarkan nilai antara lain:

* Saham BMRI senilai Rp1,1 triliun

* Saham BUMI senilai Rp510,9 miliar

* Saham BBCA senilai Rp417,9 miliar

* Saham BRPT Rp373,4 miliar

* Saham BBRI senilai Rp354,4 miliar.

Editor Siti Anisatusshalihah
TERKAIT
- Advertisment -