BerandaHidup di Kota Industri, Warga Cilegon Perlu Rutin Cek Kesehatan Paru

Hidup di Kota Industri, Warga Cilegon Perlu Rutin Cek Kesehatan Paru

Saluran WhatsApp

Cilegon, Bantentv.com- Kesehatan paru-paru masih kerap terabaikan oleh masyarakat, padahal organ ini memiliki peran penting dalam proses pertukaran oksigen dan karbon dioksida di dalam tubuh.

Kondisi ini menjadi perhatian khusus di Kota Cilegon yang dikenal sebagai kota industri. Paparan polusi udara, baik yang berasal dari aktivitas industri maupun kendaraan bermotor, berpotensi mengganggu fungsi paru-paru jika tidak diantisipasi dengan baik.

Dokter Spesialis Paru, dr. Adhi Nugroho Latief, menekankan pentingnya melakukan skrining kesehatan paru secara berkala guna mendeteksi penyakit sejak dini sebelum berkembang menjadi lebih serius.

“Skrining paru menjadi langkah penting agar penyakit dapat diketahui lebih awal sehingga peluang keberhasilan pengobatan menjadi lebih tinggi,” katanya.

Menurutnya, sejumlah penyakit paru seperti kanker paru-paru, tuberkulosis, hingga penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) kerap berkembang perlahan tanpa gejala yang jelas pada tahap awal. Kondisi tersebut membuat banyak penderita baru menyadari penyakitnya setelah memasuki tahap lanjut.

“Pemeriksaan ini sangat dianjurkan bagi masyarakat dengan faktor risiko tinggi, seperti perokok aktif, mantan perokok berat, pekerja di lingkungan industri atau tambang, orang yang terpapar polusi udara dan bahan kimia, hingga mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit paru,” ujarnya.

Baca Juga: Pemkot Cilegon Rencanakan Pembangunan LWS di Kawasan Industri KS

Melalui skrining, dokter dapat melakukan penanganan lebih cepat dan tepat sehingga risiko komplikasi dapat ditekan dan kualitas hidup pasien tetap terjaga.

Selain itu, deteksi dini juga membantu mengurangi risiko pengobatan jangka panjang akibat penyakit yang sudah berkembang parah.

“Nantinya juga dapat merekomendasikan pemeriksaan tambahan seperti tes dahak guna mengevaluasi kemungkinan infeksi paru, tetapi jenis dan frekuensi pemeriksaan tetap harus disesuaikan dengan kondisi pasien,” ungkapnya.

Adhi mengingatkan bahwa menjaga kesehatan paru tidak cukup hanya melalui skrining, tetapi juga harus dibarengi dengan pola hidup sehat seperti berhenti merokok, rutin berolahraga, serta menghindari paparan polusi udara.

“Jika memiliki faktor risiko, jangan menunda pemeriksaan. Deteksi dini sangat penting untuk mencegah penyakit paru berkembang menjadi lebih berat,” pungkasnya.

Editor Siti Anisatusshalihah
TERKAIT
- Advertisment -