Bantentv.com – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tengah melakukan pelacakan terhadap puluhan penumpang dalam sebuah penerbangan dari Pulau Saint Helena menuju Johannesburg, Afrika Selatan. Langkah ini dilakukan setelah seorang penumpang kapal pesiar dilaporkan meninggal dunia akibat kasus hantavirus.
WHO memastikan proses pelacakan kontak (contact tracing) telah dimulai untuk mengantisipasi potensi risiko penularan.
“Pelacakan kontak untuk penumpang dalam penerbangan tersebut telah dimulai,” tulis WHO, sebagaimana dilaporkan AFP yang dikutip CNBC Indonesia, Rabu 6 Mei 2026.
Baca Juga: Perketat Pencegahan Virus Nipah, Karantina Banten Awasi Bandara Soetta
Langkah pelacakan ini merupakan prosedur standar dalam penanganan penyakit menular, terutama ketika terdapat kasus kematian yang melibatkan perjalanan lintas wilayah.
Namun demikian, hingga saat ini belum ada laporan resmi mengenai penyebaran luas hantavirus dalam kasus tersebut. Otoritas kesehatan masih fokus pada identifikasi dan pemantauan individu yang berpotensi terpapar.
Apa Itu Hantavirus?
Hantavirus merupakan virus yang umumnya ditularkan dari hewan pengerat ke manusia, terutama melalui urine, kotoran, dan air liur hewan terinfeksi. Penularan biasanya terjadi ketika seseorang menghirup partikel yang terkontaminasi di udara.
Penting diketahui, penularan hantavirus antar manusia tergolong sangat jarang, sehingga risiko penyebaran dalam penerbangan komersial relatif rendah dibandingkan penyakit pernapasan lainnya.
Infeksi hantavirus dapat menimbulkan gejala awal seperti demam, nyeri otot, kelelahan dan sakit kepala.
Dalam kondisi tertentu, penyakit ini dapat berkembang menjadi gangguan pernapasan serius yang berpotensi fatal.
Baca Juga: Heboh Virus Nipah di India! Kenali Alur Penularan, Gejala, hingga Langkah Antisipasi
WHO dan otoritas kesehatan setempat terus melakukan pemantauan serta koordinasi guna memastikan situasi tetap terkendali, akibat kasus hantavirus.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari otoritas kesehatan, serta menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah paparan penyakit dari hewan pembawa virus.