Bantentv.com – Selain dikenal sebagai warisan budaya yang masih lestari hingga saat ini, kawasan Baduy juga menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Banten yang menawarkan perpaduan keindahan alam dan kekayaan tradisi.
Tak hanya itu, Baduy juga menghadirkan berbagai produk UMKM khas yang memiliki nilai budaya sekaligus ekonomi, yang bisa dibeli wisatawan saat berkunjung.
UMKM Jadi Daya Tarik Wisata

Saat memasuki kawasan Baduy, khususnya di wilayah Baduy Luar, hampir setiap rumah warga menjajakan produk UMKM. Produk-produk ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan, sekaligus menjadi sumber penghasilan utama masyarakat setempat.
Baca Juga: Ragam UMKM Baduy: Kerajinan hingga Hasil Alam yang Jadi Penopang Ekonomi
Di desa adat ini, pengunjung juga dapat menyaksikan langsung kearifan lokal masyarakat Baduy, mulai dari aktivitas bercengkerama hingga kegiatan sehari-hari mereka.
Aktivitas Tradisional Masyarakat

Sebagian besar masyarakat Baduy menjalani aktivitas bertani ke ladang dan menenun. Hasil dari kegiatan tersebut kemudian dijual kepada para wisatawan, baik berupa hasil bumi maupun kerajinan tangan.
Hasil Bumi Khas Baduy

Untuk hasil bumi, pada bulan Desember hingga Februari, masyarakat Baduy biasanya memasuki musim panen durian. Buah durian yang melimpah ini kerap dijumpai di sepanjang perjalanan menuju kampung-kampung di Baduy Luar.
Baca Juga: Mengintip Proses Tenun Baduy, Kerajinan Adat Bernilai Tinggi dari Pedalaman Lebak
Durian dijual dengan harga mulai dari Rp20.000 hingga Rp35.000, tergantung ukuran. Selain itu, terdapat pula madu alami yang umumnya sudah dikemas dalam botol dan siap dibawa pulang.
Kerajinan Tenun yang Bernilai Seni

Produk khas lainnya adalah kain tenun yang dibuat langsung oleh perempuan Baduy. Kain tenun ini memiliki nilai seni tinggi dan menjadi salah satu oleh-oleh favorit wisatawan.
Harganya bervariasi, mulai dari Rp100.000 hingga Rp250.000, tergantung ukuran dan motif. Bagi yang mencari pilihan lebih terjangkau, tersedia juga selendang atau ikat kepala berbahan tenun dengan harga mulai dari Rp30.000.
Baca Juga: Hidup Selaras Alam, Ini Potret Aktivitas Sehari-hari Masyarakat Baduy
Tas Koja dan Aksesori Unik
Selain kain tenun, wisatawan juga dapat membeli tas koja, yaitu tas anyaman khas yang biasa digunakan masyarakat Baduy. Harga tas ini berkisar antara Rp30.000 hingga Rp200.000, tergantung ukuran.

Tak ketinggalan, berbagai aksesori seperti gantungan kunci, kalung, dan gelang juga banyak dijajakan oleh pedagang keliling. Harganya cukup terjangkau, yakni Rp5.000 per buah atau Rp10.000 untuk tiga item pilihan.
Kalau mau, saya juga bisa bantu buatkan versi lebih singkat (straight news) atau feature storytelling biar lebih kuat nuansa wisatanya.
Editor : Erina Faiha