Serang, Bantentv.com – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Serang menggenjot pembangunan infrastruktur jalan dengan melakukan betonisasi di 17 titik pada tahun anggaran 2026.
Jumlah tersebut menjadi yang terbanyak dalam beberapa tahun terakhir. Sebagai perbandingan, pada 2025 hanya terdapat satu titik betonisasi yang dibiayai APBD murni, yakni di ruas Sadik–Simangu.
Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Kota Serang, Asdar, mengatakan program ini merupakan bagian dari visi pembangunan daerah melalui program ‘Serang Bagus’.
“Ini bagian dari misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota untuk meningkatkan kualitas infrastruktur, khususnya jalan, agar kepuasan masyarakat meningkat,” ujarnya, Kamis 24 April 2026.
Baca Juga: Budi Rustandi Betonisasi Belasan Kilometer Jalan di Kota Serang, Kontraktor Nakal Tak Akan Dibayar
Proyek betonisasi jalan tersebut tersebar di sejumlah wilayah, meliputi Kecamatan Walantaka, Kasemen, Serang, dan Taktakan.
Kecamatan Taktakan menjadi wilayah dengan porsi pembangunan terbesar. Hal itu karena adanya dukungan bantuan keuangan dari Pemerintah Kota Tangerang Selatan.
Untuk merealisasikan proyek sepanjang 18,831 kilometer itu, Pemkot Serang mengalokasikan anggaran sekitar Rp67 miliar.
Pendanaan berasal dari dua sumber, yakni APBD murni Kota Serang dan bantuan keuangan (Bankeu) dari Pemkot Tangerang Selatan.
“Dari total titik, enam bersumber dari APBD murni, termasuk penataan pedestrian di Jalan Juhdi. Sementara 12 titik lainnya berasal dari bantuan Tangerang Selatan,” jelas Asdar.
Ia menambahkan, bantuan tersebut merupakan kompensasi atas kerja sama pengelolaan sampah yang dikirim ke TPAS Cilowong.
Target 87 Persen Jalan Mantap
DPUPR memastikan kualitas pembangunan menjadi prioritas. Seluruh titik betonisasi jalan menggunakan ketebalan beton 20 sentimeter.
Untuk jalan dengan lebar di atas empat meter, digunakan metode Lean Concrete (LC). Sementara untuk jalan yang lebih sempit, metode tersebut tidak diterapkan.
Melalui pembangunan ini, Pemkot Serang menargetkan tingkat kemantapan betonisasi jalan mencapai 87 persen pada 2026. “Kalau jalan bagus, mobilitas lancar, ekonomi masyarakat juga ikut terdorong,” kata Asdar.
Pembangunan ini diharapkan tidak hanya memperbaiki akses, tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi warga di sekitar lokasi proyek.