Bantentv.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali anjlok pada perdagangan, Jumat, 17 Oktober 2025. Setelah sempat bertahan di kisaran 8.000, indeks utama Bursa Efek Indonesia (BEI) merosot tajam 2,57 persen. Indeks tersebut ditutup di level 7.915,66.
Penurunan ini menjadi yang terdalam dalam dua bulan terakhir. Ini seiring dengan pelemahan nilai tukar rupiah dan meningkatnya kekhawatiran terhadap sentimen global yang masih bergejolak.
Tim Analis BRI Danareksa Sekuritas mencatat, tekanan jual asing turut menambah tekanan pasar dengan net foreign sell mencapai Rp587,19 miliar.
“Secara teknikal, IHSG masih berpeluang menguat selama mampu bertahan di atas level psikologis 8.000 dengan target resistance di 8.200–8.270,” tulis tim riset BRI Danareksa dalam laporannya, Jumat (17/10).
Baca Juga: IHSG Merosot 1,95%, Pengamat Ungkap Penyebab Utamanya
Namun, pada perdagangan hari ini IHSG justru dibuka di level 8.132,75. Lalu bergerak melemah ke zona merah hingga menyentuh posisi terendah di 7.854,31 sebelum akhirnya ditutup di level 7.915,66.
Berdasarkan data BEI, volume transaksi mencapai 36,07 miliar saham dengan nilai perdagangan sekitar Rp23,56 triliun.
Sektor perbankan dan energi menjadi kontributor utama pelemahan, mengikuti tekanan jual dari investor asing.
Analis menilai, pelemahan IHSG kali ini dipicu oleh kombinasi faktor sentimen global. Mulai dari penurunan harga komoditas, ketidakpastian kebijakan suku bunga The Fed, hingga pergerakan mata uang Asia yang ikut melemah.
Meski demikian, pelaku pasar diimbau tetap mencermati peluang akumulasi pada saham-saham berfundamental kuat yang mengalami koreksi jangka pendek.