Minggu, Mei 19, 2024
BerandaBeritaWarga Diimbau Tidak Panic Buying, Pemprov Banten Pastikan Pasokan Minyak Goreng Aman

Warga Diimbau Tidak Panic Buying, Pemprov Banten Pastikan Pasokan Minyak Goreng Aman

SERANG – Pemerintah Provinsi Banten memastikan kebutuhan minyak goreng hingga enam bulan ke depan aman. Untuk itu, masyarakat diimbau tidak perlu membeli secara berlebih atau panic buying.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Banten Babar Suharso mengatakan, persoalan kelangkaan minyak goreng ini sudah ditangani oleh Pemerintah Pusat melalui pemberian subsidi menggunakan dana Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Lembaga ini merupakan unit organisasi non-eselon di bidang pengelolaan Dana Perkebunan Kelapa Sawit yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Keuangan melalui Direktorat Jenderal Perbendaharaan Negara.

“Kementerian Perdagangan (Kemendag) sendiri menetapkan kebijakan satu harga minyak goreng dengan harga setara Rp14.000/liter  yang dimulai pada hari Rabu, 19 Januari 2022 pukul 00.01 waktu setempat. Pemerintah melalui BPDPKS telah menyiapkan dana sebesar Rp7,6 triliun yang akan membiayai penyediaan minyak goreng kemasan bagi masyarakat sebesar 250 juta liter per bulan atau 1,5 miliar liter selama enam bulan, ” ujar Babar, Kamis (27/1/2022).

Dijelaskan Babar, untuk proses tahap awal ini, mekanisme pendistribusiannya baru bisa melalui Distribution Center (DC) yang kemudian akan didrop ke sejumlah toko ritel modern yang tersebar sebanyak 450 titik di Provinsi Banten.

“Sehingga proses droping di DC bisa terawasi dengan mudah, baik untuk harga maupun penyalurannya. Selain itu proses pendistribusiannya juga jelas,” katanya.

Selain itu, Pemprov dalam hal ini Disperindag juga turut membantu DC dalam mendistribusikan minyak goreng, terutama kepada masyarakat yang akses ke toko ritelnya jauh. Bantuan itu rencananya akan dilakukan dengan menggunakan kendaraan operasional, yang menyasar masyarakat di pelosok Desa.

“Jadi pagi kita ambil minyaknya, setelah terjual semuanya akan kita berikan kembali ke DC. Artinya kan bisa lebih merata sebaran distribusinya, sambil menunggu pendistribusian ke pasar-pasar,” tambahnya.

Satu DC dalam sekali pengiriman ke toko ritel yang dibawahnya itu mencapai 10.000 liter. Proses pengiriman itu biasanya dilakukan tiga hari sekali bersamaan dengan kebutuhan barang-barang yang lainnya.

Oleh karena itu, stok untuk minyak goreng ini dipastikan masih aman. Namun hanya saja karena masyarakat yang biasa beli di pasar, pindah ke toko ritel karena harganya lebih murah, sehingga kemudian cepat kosong.

TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

DIBAGIKAN

KOMENTAR