Cilegon, Bantentv.com – Pascainsiden ledakan di PT MCCI, Wali Kota Cilegon Robinsar bersama Forkopimda, unsur kepolisian dari Polda Banten, Kriminal Khusus (Krimsus), hingga Brimob turun langsung melakukan pengecekan dan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Pemerintah Kota Cilegon bersama pihak terkait juga melakukan pemeriksaan kondisi lingkungan guna memastikan kualitas udara di sekitar lokasi tetap aman bagi masyarakat.
Berdasarkan hasil pengecekan awal dari Dinas Lingkungan Hidup dan tim terkait, kondisi udara di kawasan industri maupun permukiman sekitar dinyatakan aman.
“Berdasarkan hasil dari LH dan juga dari KBRN, dipastikan di area sini dan juga lingkungan sekitar itu udaranya aman,” kata Robinsar.
Baca Juga: PT MCCI Cilegon Meledak Dua Kali, Warga Keluhkan Bau Menyengat
Meski kondisi udara dinyatakan aman, Robinsar meminta pihak perusahaan bertanggung jawab penuh terhadap masyarakat yang terdampak akibat insiden tersebut.
Pemerintah Kota Cilegon juga telah menyiapkan langkah antisipasi, termasuk pendataan warga dan layanan pemeriksaan kesehatan.
“Saya minta perusahaan bertanggung jawab penuh kepada warga kami yang terdampak. Kita sudah siapkan juga dari tim kami, Puskesmas, Pak Lurah, dan Pak Camat untuk standby mendata warga yang memang terdampak,” ujarnya.
Selain itu, pihak perusahaan disebut telah menyiapkan fasilitas layanan kesehatan di Rumah Sakit Krakatau Medika apabila diperlukan pemeriksaan lanjutan bagi warga.
“Dari MCCI juga sudah menyiapkan Rumah Sakit KS atau Krakatau Medika ketika memang ada pemeriksaan lanjutan,” tambahnya.
Terkait penyebab ledakan, Robinsar mengatakan proses investigasi masih berlangsung dan saat ini masih dalam tahap awal penyelidikan.
“Investigasi lanjutannya kita belum, masih tahapan awal investigasi. Nanti akan kami sampaikan kalau memang sudah ada hasil dari investigasi,” jelasnya.
Baca Juga: Timbulkan Kepulan Asap Putih, PT MCCI Klaim Uap Air
Ia juga mengimbau masyarakat di sekitar kawasan industri PT MCCI untuk segera melapor apabila mengalami dampak kesehatan akibat insiden tersebut.
Menurutnya, Pemkot Cilegon telah berkoordinasi dengan pihak kecamatan, kelurahan, puskesmas, hingga perangkat RT dan RW untuk memantau kondisi warga.