BerandaBeritaSoroti Banjir dan Tambang, Rekonvasi Bhumi Minta Analisa Lingkungan Diperkuat

Soroti Banjir dan Tambang, Rekonvasi Bhumi Minta Analisa Lingkungan Diperkuat

Saluran WhatsApp

Serang, Bantentv.com – Lembaga Swadaya Masyarakat Rekonvasi Bhumi menegaskan bahwa persoalan lingkungan di Provinsi Banten harus menjadi perhatian serius semua pihak.

Kerusakan lingkungan dinilai bukan hanya berdampak jangka pendek, tetapi juga berpotensi menurunkan kualitas hidup masyarakat apabila tidak segera ditangani secara konkret dan terukur.

Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Rekonvasi Bhumi, NP Rahadian, di Kantor Rekonvasi Bhumi, Cipocok Jaya, Kota Serang, Banten, Senin 16 Februari 2026.

Ia mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi lingkungan yang kerap diwarnai bencana seperti banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah.

NP Rahadian menilai aktivitas pertambangan yang luas turut memengaruhi berkurangnya daya resapan air. Kondisi ini meningkatkan risiko banjir, terutama saat curah hujan tinggi.

Ia menekankan bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama, baik pemerintah maupun masyarakat.

Jika lingkungan terus mengalami kerusakan, berbagai risiko akan muncul dan pada akhirnya berdampak pada kehidupan sosial dan ekonomi warga.

Ia juga mendorong pemerintah daerah agar segera menyusun langkah konkret, termasuk melakukan analisa menyeluruh terhadap banjir, dampak tambang, serta sistem drainase perkotaan.

Baca Juga: Ombudsman Sidak Galian C di Banten, Soroti Tambang Ilegal dan Dampak Lingkungan

Menurutnya, pembenahan lingkungan harus diawali dengan perencanaan yang berbasis data dan kajian yang komprehensif.

“Harus bisa membuat analisa konkret, analisa banjir, analisa dampak tambang dan analisa drainase perkotaan. Apakah drainase perkotaan kita sudah baik sehingga bisa memperlancar aliran air? Atau masih menjadi persoalan ,” ujarnya.

Ia menambahkan, analisa drainase perkotaan menjadi langkah penting agar aliran air dapat berjalan lancar dan tidak menimbulkan genangan saat hujan deras.

Selain pembenahan teknis, edukasi lingkungan kepada masyarakat juga perlu diperkuat. Kesadaran kolektif dinilai menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.

“Masyarakat pasti tidak menginginkan terjadinya banjir di wilayahnya, tapi kalau masyarakat masih menempati kawasan sepadan sungai, kemudian membuang sampahnya ke sungai, tapi dia berharapnya tidak banjir. Nah berarti itu kan dia menggali lubangnya dia sendiri. Oleh karena itu, peran masyarakat juga besar,” lanjutnya.

Melalui pernyataan tersebut, Rekonvasi Bhumi berharap pemerintah daerah segera mengambil kebijakan yang terarah dan berkelanjutan.

Upaya menjaga lingkungan tidak cukup dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi yang konsisten agar risiko bencana dapat diminimalkan dan kualitas hidup masyarakat tetap terjaga.

Editor Siti Anisatusshalihah

 

TERKAIT
- Advertisment -