Cilegon, Bantentv.com – Program Sarana dan Prasarana Lingkungan Rukun Warga yang didanai melalui Dana Pembangunan Wilayah Kelurahan Tahun 2025 di Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon, berhasil menyerap ratusan tenaga kerja lokal.
Program ini tidak hanya berfokus pada penataan lingkungan, tetapi juga menjadi wadah bagi masyarakat sekitar untuk memperoleh penghasilan tambahan melalui keterlibatan langsung sebagai tenaga kerja.
Sebanyak 508 tenaga kerja lokal tercatat terserap melalui program Sarana dan Prasarana Lingkungan Rukun Warga atau Salira yang kini bertransformasi menjadi Sarana dan Prasarana Pembangunan Wilayah Kelurahan Jujur, Amanah, Religius, dan Berprestasi atau Saban Juare.
Program tersebut dinilai memberikan dampak positif karena mampu melibatkan masyarakat setempat sebagai tenaga kerja dalam kegiatan pembangunan di lingkungan masing-masing.

Ketua Tim Pendukung Salira, Uso Sutoyo, menyampaikan bahwa meskipun program ini hanya dilaksanakan dalam satu termin, penyerapan tenaga kerja yang dihasilkan tergolong signifikan.
Menurutnya, pelibatan kelompok masyarakat atau POKMAS dalam pelaksanaan kegiatan menjadi salah satu faktor utama terserapnya ratusan tenaga kerja lokal.
“Memang hanya satu termin, tapi penerapan tenaga kerjanya cukup luar biasa, kurang lebih 508 tenaga kerja yang bisa diserap melalui kegiatan teman-teman POKMAS,” ujar Uso.
Ia menambahkan, melalui program tersebut, warga di Kecamatan Citangkil tidak hanya menikmati lingkungan yang lebih tertata dengan baik, tetapi juga memperoleh tambahan penghasilan sebagai tenaga kerja pembangunan wilayah kelurahan.
Baca Juga: DPRD Soroti Serapan Tenaga Kerja Lokal yang Tak Berbanding dengan Geliat Industri Banten
Camat Citangkil, Ikhlasin Nufus, turut menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program Saban Juare yang dinilai membawa manfaat nyata bagi masyarakat.
Ia berharap, keberlanjutan program ini dapat memberikan dampak jangka panjang, termasuk mengurangi potensi banjir di wilayah Citangkil, sekaligus memperkuat peran tenaga kerja lokal dalam pembangunan lingkungan.
“Sangat bermanfaat bagi masyarakat lingkungannya, karena para pekerjanya dari local, dan ini menjadikan bukti bahwa dengan kegiatan Salira membawa pengaruh positif bagi masyarakat,” kata Ikhlasin.
Adapun rincian penyerapan tenaga kerja lokal di masing-masing kelurahan meliputi Kelurahan Citangkil sebanyak 136 orang, Deringo 59 orang, Kebonsari 85 orang, Lebakdenok 54 orang, Samangraya 48 orang, Tamanbaru 71 orang, serta 55 orang dari Kelurahan Warnasari.