Jumat, Desember 5, 2025
BerandaBeritaAdvertorialDPRD Soroti Serapan Tenaga Kerja Lokal yang Tak Berbanding dengan Geliat Industri...

DPRD Soroti Serapan Tenaga Kerja Lokal yang Tak Berbanding dengan Geliat Industri Banten

Saluran WhatsApp

Serang, Bantentv.com – Di provinsi yang selama ini dijuluki lumbung industri, persoalan klasik ternyata belum juga terurai. Lapangan kerja ada, tetapi warga setempat masih sulit masuk. Itulah sorotan Anggota Komisi I DPRD Banten, Dr. Sinta Wisnu Wardani, dalam Podcast Banten TV.

Sinta menyebut keluhan masyarakat terus berulang setiap kali ia turun reses. Kawasan industri menjamur dari Cilegon hingga Tangerang, namun efektivitas penyerapannya masih jauh dari harapan.

“Setiap reses, masyarakat banyak bertanya soal lapangan kerja. Industri banyak, tapi penyerapannya belum optimal,” katanya.

Ia mendorong pemerintah daerah bersikap lebih tegas dalam hubungan dengan investor. Bukan sekadar imbauan, melainkan kesepakatan formal yang mengikat agar tenaga kerja lokal memperoleh porsi yang pantas.

“Bisa dibuat MoU, misalnya perusahaan harus menyerap tenaga kerja Banten sekian persen. Ini penting untuk menekan angka pengangguran,” ujarnya.

Sinta juga menilai arah investasi perlu diperluas pada sektor padat karya, bukan hanya padat modal.

Industri berorientasi tenaga kerja, menurutnya, memberi ruang lebih besar bagi lulusan SMA/SMK dan masyarakat berpendidikan menengah.

Dalam dialog tersebut, ia menyinggung isu hengkangnya perusahaan alas kaki dari Banten terkait tingginya UMR.

Sebuah tantangan yang disebutnya tak ringan. “UMR kita tinggi. Perusahaan padat karya melihat biaya produksi. Pemerintah dan pengusaha perlu duduk bareng agar ada solusi win-win,” ungkapnya.

Meski demikian, Sinta tetap melihat angin segar dari hadirnya industri skala besar di Cilegon, termasuk peresmian perusahaan petrokimia oleh Presiden Prabowo Subianto.

Ia berharap keberadaannya tak hanya menjadi landmark industri, melainkan turut mengalirkan manfaat ke masyarakat sekitar.

Sorotan lain tertuju pada Lebak dan Pandeglang yang mulai memasuki peta investasi baru setelah Tol Serang–Panimbang tersambung penuh.

“UMR lebih rendah dan akses makin terbuka. Ini bisa jadi magnet baru bagi investor,” katanya.

Menutup pernyataannya, Sinta mengingatkan bahwa geliat investasi hanya akan berarti jika benar-benar dirasakan publik.

TERKAIT
- Advertisment -