Lebak, Bantentv.com – Kenaikan harga BBM nonsubsidi jenis Dexlite mulai berdampak pada operasional pengangkutan sampah di Kabupaten Lebak.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lebak menyebut lonjakan harga Dexlite hingga Rp26 ribu per liter membuat anggaran bahan bakar truk sampah terancam tidak cukup hingga akhir tahun 2026.
Kepala DLH Kabupaten Lebak, Irvan Suyatupika, mengatakan pihaknya telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp1,7 miliar untuk kebutuhan BBM 17 armada truk sampah selama satu tahun.
Namun setelah harga BBM nonsubsidi naik, anggaran tersebut diperkirakan hanya mampu bertahan hingga Agustus 2026.
Baca Juga: Harga BBM Nonsubsidi Naik, DPR Soroti Minimnya Sosialisasi
“Di perencanaan kan untuk 12 bulan, tapi setelah kenaikan BBM nonsubsidi, kira-kira anggarannya tidak akan sampai hingga akhir tahun,” ujar Irvan saat ditemui di kantornya, Jumat 8 Mei 2026.
Meski biaya operasional meningkat, DLH memastikan layanan pengangkutan sampah tetap berjalan normal.
Menurut Irvan, pengurangan rute bukan solusi karena pelayanan kebersihan tetap harus maksimal.
“Harga BBM nonsubsidi naik, tapi rute tetap normal. Tentu tidak mungkin memangkas rute,” katanya.
DLH Lebak kini mempertimbangkan kemungkinan penggunaan solar subsidi atau biosolar untuk beberapa armada, termasuk kendaraan pengangkut sampah.
Namun penggunaan BBM subsidi tersebut masih menunggu perkembangan aturan dan mekanisme teknis, termasuk pembuatan barcode.
“Ada kemungkinan pelonggaran penggunaan BBM untuk beberapa jenis armada, termasuk persampahan, untuk menggunakan biosolar. Hanya saja tetap harus membuat barcode,” jelas Irvan.
Baca Juga: DLH Lebak Paparkan Potensi PAD dari Sektor Persampahan dan Laboratorium
Meski dinilai bisa menekan biaya operasional, penggunaan biosolar disebut memiliki konsekuensi terhadap performa mesin armada serta standar emisi kendaraan.
Kondisi ini menjadi tantangan baru bagi pemerintah daerah di tengah kebutuhan layanan kebersihan yang terus meningkat. (Adv)