Serang, Bantentv.com – Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Serang, Latiyah, yang sempat viral di media sosial karena meminta dipulangkan dari Arab Saudi akibat sakit, kini memasuki tahap akhir proses pemulangan ke Indonesia.
Latiyah menjadi perhatian publik setelah beredar video yang memperlihatkan dirinya meminta pertolongan agar bisa kembali ke Tanah Air. Ia diketahui mengalami pendarahan yang diduga merupakan dampak kondisi pasca melahirkan sebelum keberangkatannya ke Arab Saudi.
Latiyah berangkat ke Arab Saudi pada Mei 2025 dan telah berada di negara tersebut selama sekitar sembilan bulan. Namun, ia hanya sempat bekerja selama tiga bulan. Selebihnya, Latiyah menjalani masa isolasi di syarikat setelah dipulangkan oleh majikannya karena kondisi kesehatannya menurun.
Saat ini, kondisi kesehatan Latiyah dilaporkan sudah membaik. Proses pemulangan diperkirakan akan berlangsung dalam dua hingga tiga minggu ke depan.
Baca Juga: Pengurus PMI Kabupaten Serang Resmi Dilantik, Siap Perkuat Relawan hingga Tingkat RT
Dalam proses tersebut, sempat muncul kendala berupa permintaan dana sebesar Rp40 juta dari agensi luar negeri atau syarikat sebagai syarat pemulangan. Permintaan tersebut ditujukan kepada pihak PMI atas nama Latiyah dan bukan berasal dari perusahaan penempatan di Jakarta.
Meski demikian, pemulangan Latiyah akhirnya akan difasilitasi oleh perusahaan di Jakarta yang sebelumnya memberangkatkannya, dan dipastikan tanpa dipungut biaya.
Baca Juga: TKW Asal Serang Sakit di Arab Saudi, Diminta Rp40 Juta untuk Bisa Pulang
Wakil Ketua BUMINU–SARBUMUSI Banten, Den Hadi Sastra Wijaya, mengatakan seluruh proses pemulangan saat ini telah berjalan.
“Saat ini proses pemulangan PMI atas nama Latiyah sudah berjalan. Kondisi kesehatannya juga sudah membaik dan diperkirakan dalam dua sampai tiga minggu ke depan sudah bisa dipulangkan ke Indonesia. Pemulangan ini difasilitasi tanpa dipungut biaya,” ujarnya.
Ia menambahkan, keterlambatan pemulangan selama ini disebabkan kondisi kesehatan Latiyah yang belum memungkinkan untuk melakukan perjalanan jarak jauh.
Editor : Erina Faiha