Serang, Bantentv.com — Orang tua Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Kabupaten Serang, Banten, meminta sponsor bertanggung jawab dan memohon bantuan pemerintah dan pihak terkait untuk memulangkan anaknya yang bekerja di Arab Saudi.
TKW asal Kampung Sontrol, Desa Siremen, Kecamatan Tanara, bernama Latiyah itu dilaporkan mengalami penurunan kondisi kesehatan serius dan tidak lagi sanggup bekerja.
Ayah korban, Apas, mengungkapkan bahwa Latiyah telah bekerja di Arab Saudi selama hampir satu tahun.
Namun, dalam lima bulan terakhir, anaknya terus mengeluhkan sakit dan berulang kali meminta dipulangkan ke Indonesia.
Baca Juga: TKW Asal Serang Sakit di Arab Saudi, Diminta Rp40 Juta untuk Bisa Pulang
“Sudah sekitar lima bulan anak saya mengeluh sakit. Dia sering minta pulang, tapi dari pihak PT menyampaikan kalau ingin dipulangkan harus membayar sekitar Rp40 juta,” ujar Apas.
Apas mengaku telah melaporkan persoalan ini kepada Lembaga Federasi BUMINU–SARBUMUSI agar mendapat pendampingan hukum dan advokasi. Ia berharap sponsor yang memberangkatkan Latiyah dapat dimintai pertanggungjawaban.
“Sponsornya sudah kami ketahui. Saya sudah melapor ke BUMINU–SARBUMUSI supaya kasus ini ditindaklanjuti, agar pihak sponsor atas nama Ibu Astri asal Kasemen mau bertanggung jawab,” kata Apas.
Sementara itu, Wakil Ketua Lembaga Federasi BUMINU–SARBUMUSI Banten, Den Hadi Sastra Wijaya, membenarkan adanya laporan tersebut.
Pihaknya berkomitmen mengawal proses pemulangan Latiyah yang saat ini mengalami masalah kesehatan di Arab Saudi.
“Kami akan mengawal pemulangan TKW yang mengalami gangguan kesehatan. Informasi yang kami terima, korban mengalami pendarahan di bagian kewanitaannya,” ujar Den Hadi.
Ia menambahkan, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan instansi pemerintah terkait, termasuk lembaga perlindungan pekerja migran, agar proses pemulangan dapat segera direalisasikan.
“Kami akan bersinergi dengan pemerintah dan instansi terkait supaya hak-hak korban terpenuhi dan pemulangan bisa segera dilakukan,” pungkasnya.