Serang, Bantentv.com – Orang tua korban penculikan anak di Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang, menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Cikande atas keberhasilan mengungkap dan menangkap pelaku dalam waktu kurang dari 24 jam.
Respons cepat aparat kepolisian dinilai sangat membantu karena anak korban dapat segera ditemukan, sekaligus menggagalkan upaya pemerasan yang dilakukan pelaku terhadap keluarga korban.
Rasa syukur dan terima kasih disampaikan setelah pelaku penculikan balita berhasil diamankan di wilayah Tangerang.
Baca Juga: ART Diduga Culik Balita di Serang, Polisi Tangkap Pelaku Kurang 24 Jam
Penangkapan tersebut dilakukan oleh Unit Reserse Kriminal Polsek Cikande di bawah pimpinan AKP Tatang. Keberhasilan pengungkapan kasus penculikan ini memberikan ketenangan bagi keluarga korban yang sempat diliputi kecemasan sejak anak mereka dibawa kabur.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pelaku berinisial Y-Y diketahui menculik balita, anak dari pasangan Ahmad Yusuf dan Siska.
Aksi penculikan tersebut dilakukan dengan motif ekonomi, di mana pelaku berniat memeras orang tua korban untuk melunasi utang pribadi yang jumlahnya mencapai puluhan juta rupiah.
Beruntung, sebelum rencana tersebut terlaksana, aparat kepolisian berhasil melacak keberadaan pelaku dan korban.

Dalam waktu singkat, polisi melakukan penyelidikan intensif hingga akhirnya menangkap pelaku dan mengamankan korban dalam kondisi selamat.
Orang tua korban, Ahmad Yusuf dan istrinya, Siska, secara langsung menyampaikan apresiasi kepada Kapolsek Cikande beserta tim Reskrim yang dinilai telah bekerja dengan cepat dan profesional.
“Saya berterima kasih kepada Polsek Cikande yang telah membantu saya mencari kurang lebih dari 24 jam, anak saya dibawa pengasuhnya kabur sehingga anak saya bisa kembali ke pangkuan saya,” ungkap Ahmad Yusuf.
Selain menyampaikan rasa terima kasih, Ahmad Yusuf juga mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati, khususnya dalam memilih pengasuh atau asisten rumah tangga.
Ia berharap kejadian penculikan yang dialami keluarganya dapat menjadi pelajaran bersama agar tidak terulang di kemudian hari.