Lebak, Bantentv.com – Di tengah kondisi ekonomi yang dinilai belum sepenuhnya stabil, pelaku usaha kecil mengaku semakin kesulitan mempertahankan usahanya akibat menurunnya daya beli masyarakat dan meningkatnya biaya produksi.
Kondisi tersebut dirasakan para pengrajin tahu di Kabupaten Lebak. Kenaikan harga kedelai sebagai bahan baku utama produksi menjadi keluhan utama yang membebani para pelaku usaha.
Salah seorang pengrajin tahu, Mad Soleh, warga Kampung Muhara Kebon Kelapa, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, mengaku usahanya mengalami tekanan cukup berat akibat melonjaknya harga kedelai.
Menurutnya, harga kedelai saat ini mencapai sekitar Rp545 ribu per kuintal, meningkat signifikan dibanding sebelumnya yang berada di kisaran Rp300 ribu per kuintal. Kenaikan tersebut juga diperparah oleh naiknya harga kayu bakar dan minyak yang digunakan dalam proses produksi.
“Pengeluaran sekarang sangat besar. Kenaikan nilai dolar, baik secara langsung maupun tidak langsung, berpengaruh terhadap daya beli masyarakat. Akibatnya penjualan menurun dan produksi kami ikut merosot,” ujarnya saat ditemui, Jumat siang.
Baca Juga: Dampak Harga Kedelai Impor Naik, Produsen Tahu Kurangi Produksi dan Karyawan
Akibat kondisi tersebut, Mad Soleh terpaksa mengurangi kapasitas produksi sekaligus memangkas jumlah tenaga kerja. Jika sebelumnya mempekerjakan enam karyawan, kini hanya tersisa tiga orang.
Selain itu, ia juga harus memperkecil ukuran tahu yang diproduksi agar harga jual tetap terjangkau bagi konsumen tanpa menambah beban kerugian.
“Kalau ukuran tetap sementara biaya produksi terus naik, kami bisa rugi. Jadi ke depannya harga mungkin tetap, tetapi ukuran tahu yang disesuaikan supaya usaha tetap berjalan,” katanya.
Mad Soleh mengungkapkan, omzet usahanya saat ini turun hingga sekitar 50 persen. Produksi yang sebelumnya jauh lebih besar kini hanya berkisar 50 kilogram per hari.
“Omzet turun sekitar 50 persen. Produksi sekarang hanya sekitar 50 kilogram per hari,” ungkapnya.
Ia berharap pemerintah dapat membantu menstabilkan harga kedelai sehingga para pengrajin tahu dapat kembali meningkatkan produksi dan mempekerjakan kembali karyawan yang terpaksa dirumahkan.
Editor : Erina Faiha