Bantentv.com – Basarnas menerima laporan awal mengenai kerusakan rumah warga, fasilitas umum, hingga tempat ibadah setelah gempa bumi magnitudo 7,7 yang berpusat di wilayah Pantai Selatan Mindanao, Filipina, mengguncang Sulawesi Utara pada Senin 8 Juni 2026. Hingga kini, data kerusakan maupun korban masih terus diverifikasi oleh petugas di lapangan.
Kepala Basarnas Manado, George Mercy Randang, mengatakan seluruh kantor Basarnas di Sulawesi Utara langsung melakukan pemantauan untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan akibat gempa tersebut.
“Menindaklanjuti kejadian tersebut seluruh kantor Basarnas di Sulut memantau dampak yang ditimbulkan akibat gempa,” kata George Mercy Randang dalam keterangannya, Senin.
Laporan awal yang diterima Basarnas dari sejumlah wilayah kepulauan menyebutkan adanya kerusakan pada bangunan rumah warga, fasilitas umum, dan tempat ibadah.
Baca Juga: Gempa Magnitudo 7,7 Guncang Manado, BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami
“Sejumlah laporan awal dari wilayah kepulauan menyebutkan adanya kerusakan pada bangunan rumah warga, fasilitas umum, serta tempat ibadah yang mengalami retak hingga rusak berat akibat guncangan gempa,” ujarnya.
Selain kerusakan bangunan, Basarnas juga sedang menindaklanjuti informasi mengenai tiga warga yang dilaporkan mengalami luka ringan akibat gempa tersebut.
“Kami terus mendalami informasi yang kami terima dengan mengerahkan personel di lapangan,” katanya.
Meski demikian, George menegaskan seluruh laporan yang masuk masih dalam proses verifikasi bersama instansi terkait.
Basarnas mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
“Masyarakat juga diminta untuk mengikuti informasi resmi dari BMKG dan pemerintah daerah serta menghindari penyebaran informasi yang belum terverifikasi kebenarannya,” imbaunya.
Baca Juga: BMKG Cabut Peringatan Tsunami, Gempa Mindanao Picu Gelombang di Sejumlah Wilayah Indonesia
Hingga saat ini, Basarnas belum menerima laporan adanya korban jiwa akibat gempa yang mengguncang wilayah sekitar Sulawesi Utara tersebut.
George menambahkan, BMKG telah mengakhiri peringatan dini tsunami pada pukul 10.15 WIB. Meski begitu, masyarakat yang berada di kawasan pesisir tetap diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan gempa susulan.