Bantentv.com – Nanik S Deyang resmi ditunjuk Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menggantikan Dadan Hindayana.
Usai menerima amanah tersebut, Nanik langsung melakukan konsolidasi bersama dua wakil kepala BGN yang juga baru ditunjuk, yakni Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono.
Beberapa hari setelah menjabat, Nanik meluncurkan empat strategi utama untuk memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), dengan fokus pada efisiensi anggaran dan peningkatan tata kelola program.
“Hal pertama yang kami lakukan adalah melakukan efisiensi anggaran. Meskipun saat ini anggaran sudah dipangkas menjadi Rp268 triliun, kami berharap masih dapat menurunkannya lagi tanpa mengurangi sasaran penerima manfaat,” kata Nanik.
Baca Juga: Mengenal Nanik S Deyang, Mantan Jurnalis yang Kini Pimpin Badan Gizi Nasional
Strategi pertama yang akan dilakukan adalah memfokuskan kembali sasaran penerima manfaat agar program berjalan lebih tepat sasaran dan efektif.
Kedua, BGN akan memberlakukan moratorium atau penghentian sementara pendaftaran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG.
Strategi ketiga adalah melakukan pembenahan terhadap dapur-dapur MBG yang telah beroperasi agar memenuhi standar penyediaan makanan bergizi dan berkualitas. Langkah ini mencakup perbaikan fasilitas serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM).
“Jika terdapat dapur yang tidak memenuhi standar, tentu akan kami lakukan suspensi,” ujarnya.
Baca Juga: Dadan Hindayana Dicopot dari Kepala BGN, Ini Penggantinya
Sementara strategi keempat adalah memperluas pelaksanaan Program MBG di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) melalui berbagai alternatif skema pelaksanaan yang tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Menurut Nanik, empat langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan efektivitas program sekaligus memastikan manfaat Program Makan Bergizi Gratis dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat yang membutuhkan.
Editor : Erina Faiha