BerandaBeritaLiterasi Digital Jadi Kunci Adaptasi Generasi Emas Kini

Literasi Digital Jadi Kunci Adaptasi Generasi Emas Kini

Saluran WhatsApp

Pandeglang, Bantentv.com – Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat bersama anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menggelar kegiatan sosialisasi penyiaran bertajuk “Layar Kaca vs Layar Sentuh: Tantangan Adaptasi Generasi Indonesia Emas 2045” pada Rabu, 5 November 2025, di Pendopo Pandeglang.

Kegiatan ini dihadiri Komisioner KPI Pusat, Aliyah, dan anggota Komisi I DPR RI dari daerah pemilihan Banten I (Pandeglang dan Lebak), Rizki Aulia Natakusuma.

Komisioner KPI, Aliyah, menjelaskan bahwa masyarakat saat ini tengah menghadapi perubahan besar dalam pola konsumsi media.

Baca Juga: KPI Gelar Bimtek Pengawasan Penyiaran Pemilu 2024

Televisi yang dulu menjadi sumber utama informasi kini mulai tergeser oleh media digital berbasis layar sentuh.

Ia menegaskan bahwa kondisi ini menghadirkan tantangan serius, terutama dalam menjaga keakuratan informasi di tengah maraknya konten yang belum tentu benar.

“Masyarakat kini jauh lebih banyak menghabiskan waktu di layar sentuh, yang kontennya tidak sepenuhnya terawasi seperti siaran televisi. Oleh karena itu, literasi media menjadi benteng pertahanan utama kita,” tegas Aliyah.

KPI Pusat bersama anggota DPR RI menggelar kegiatan sosialisasi penyiaran bertajuk “Layar Kaca vs Layar Sentuh: Tantangan Adaptasi Generasi Indonesia Emas 2045” (Banten.com/ Rangga)
KPI Pusat bersama anggota DPR RI menggelar kegiatan sosialisasi penyiaran bertajuk “Layar Kaca vs Layar Sentuh: Tantangan Adaptasi Generasi Indonesia Emas 2045” (Banten.com/ Rangga)

Aliyah menambahkan, era digital menuntut masyarakat agar mampu berpikir kritis terhadap informasi yang mereka terima.

Dengan memperkuat literasi digital, masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi pengguna pasif, tetapi juga cerdas dalam menyaring konten yang bermanfaat dan mendidik.

Dalam kesempatan yang sama, Rizki Aulia Natakusuma menekankan pentingnya peran legislatif dalam memastikan kebijakan penyiaran tetap relevan dengan perkembangan teknologi informasi.

Ia mengingatkan bahwa literasi digital bukan sekadar kemampuan menggunakan internet, tetapi juga mencakup pemahaman etika dan tanggung jawab dalam bermedia.

“Kami di Komisi I terus mendorong agar masyarakat, khususnya di Pandeglang, melek digital. Internet dan media sosial adalah alat yang kuat, namun harus digunakan secara bijak. Jangan sampai pemuda Pandeglang tertinggal karena terlena oleh informasi yang salah atau konten yang merusak moral,” ujarnya.

Rizki juga menyoroti pentingnya kehadiran KPI dalam memastikan bahwa setiap tayangan dan informasi yang disajikan kepada publik tetap mematuhi norma serta aturan penyiaran.

Menurutnya, literasi digital masyarakat akan membantu menekan penyebaran informasi yang menyesatkan dan mendorong terciptanya ruang digital yang sehat.

Editor Siti Anisatusshalihah
TERKAIT
- Advertisment -