BerandaBeritaRamai CPNS 2026 Dibuka, BKN Tegaskan Informasi Itu Hoaks, Masyarakat Diminta Waspada

Ramai CPNS 2026 Dibuka, BKN Tegaskan Informasi Itu Hoaks, Masyarakat Diminta Waspada

Saluran WhatsApp

Bantentv.com – Beberapa waktu terakhir beredar kabar mengenai pembukaan pendaftaran seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2026. Menanggapi hal tersebut, Badan Kepegawaian Negara (BKN) menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar atau hoaks.

“Poster yang beredar juga menunjukkan sejumlah indikasi mencurigakan, mulai dari penggunaan tautan yang bukan domain resmi pemerintah hingga penggunaan narasi yang mendorong masyarakat untuk segera mengklik tautan tertentu,” ujar Juru Bicara BKN, Wisudo Putro Nugroho, dikutip dari laman BKN, Rabu, 10 Juni 2026.

Wisudo menegaskan, informasi resmi terkait seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN), termasuk CPNS, hanya diumumkan melalui kanal resmi pemerintah dan portal SSCASN.

Baca Juga: Bupati Lebak Lantik 1.585 CPNS dan PPPK

Ia mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap poster, pesan berantai, maupun tautan dari sumber yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

“BKN mengajak masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan literasi digital dan berperan aktif menghentikan penyebaran hoaks, khususnya terkait informasi seleksi ASN. Jangan sampai keinginan menjadi ASN justru dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab. Selalu cek sumber informasi sebelum percaya dan membagikannya,” tegasnya.

Seperti diketahui, BKN terakhir kali membuka rekrutmen besar-besaran CASN, termasuk CPNS dan PPPK, pada 2024. Sementara pada 2025, kabar pembukaan seleksi sempat beredar luas namun tidak terealisasi.

Baca Juga: Walikota Serang Lantik 104 CPNS Kota Serang

Memasuki pertengahan 2026, isu pembukaan CPNS kembali mencuat di tengah masyarakat. Padahal, informasi resmi biasanya baru disampaikan secara bertahap oleh pemerintah melalui kanal resmi.

Kondisi ini dinilai berpotensi dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan informasi palsu, bahkan mencuri data pribadi masyarakat melalui tautan tidak resmi. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk selalu berhati-hati dan memastikan kebenaran informasi sebelum mempercayai maupun menyebarkannya.

Editor : Erina Faiha

TERKAIT
- Advertisment -