BerandaBeritaInternasional68 Gerai Pizza Hut Tutup, 1.210 Orang di PHK

68 Gerai Pizza Hut Tutup, 1.210 Orang di PHK

Saluran WhatsApp

Bantentv.com – Restoran pizza asal Khansas Amerika Serikat, Pizza Hut yang berdiri sejak 1958 ini akan menutup 68 gerai. Selain itu, akan ada penutupan 11 outlet delivery-nya di Inggris.

Dengan penutupan gerai itu, setidaknya akan berdampak pada 1.210 orang kehilangan pekerjaan. Langkah ini diambil setelah perusahaan pengelolanya mengalami kebangkrutan.

Dilaporkan BBC, Selasa 28 Oktober 2025, DC London Pie Limited, yang mengoperasikan restoran Pizza Hut di Inggris, telah menunjuk FTI Consulting sebagai administrator pada Senin lalu.

Meskipun akan menutup 68 gerai, pemilik global Pizza Hut, Yum! Brands, setuju untuk menyelamatkan 64 restoran lainnya agar 1.276 orang yang bekerja tetap aman.

Baca Juga: Setelah Hampir 80 Tahun Berdiri, Tupperware Resmi Ajukan Kebangkrutan

Pizza Hut sendiri terkenal sebagai restoran keluarga yang mendunia. Namun, saat ini harus menerima bahwa bisnisnya di Inggris, sudah lama kesulitan dan pernah bangkrut juga kurang dari setahun lalu.

DC London Pie sebelumnya pernah membeli bisnis Pizza Hut Inggris dari kondisi bangkrut pada Januari tahun ini. Perusahaan itu juga memiliki waralaba Pizza Hut di Swedia dan Denmark.

Direktur Pizza Hut Eropa dan Kanada, Nicolas Burquier, mengatakan bahwa fokus mereka sekarang adalah menjaga operasional restoran yang pernah diambil alih tetap berjalan. Selain itu, menyelamatkan karyawan selama masa transisi juga menjadi prioritas.

Pizza Hut Sulit Bersaing

Daftar 68 Gerai Pizza Hut yang Ditutup
Daftar 68 Gerai Pizza Hut yang Ditutup

Pengamat dari University of East London, Zoe Adjay, menilai bahwa Pizza Hut dahulu pernah menjadi pelopor fast food di Inggris pada 1970-an. Namun, kini kesulitan bersaing karena banyak kompetitor baru. Pizza Hut juga dinilai gagal membangun kehadiran kuat di media sosial seperti para pesaingnya.

“Pasar pizza sekarang jauh lebih premium. Ada banyak merek pizza kelas atas dan mereka merebut pangsa pasar besar,” katanya.

Sementara Analis keuangan di AJ Bell, Danni Hewson, menyebut bahwa kenaikan biaya operasional dan kehati-hatian konsumen pada Pizza Hut juga memperburuk kondisi restoran ini.

“DC London Pie sebenarnya sudah menyelamatkan Pizza Hut Inggris dari kebangkrutan kurang dari setahun lalu,” katanya. Namun, menjalankan bisnis dining besar yang sudah terkenal memang sangat sulit.

Lonjakan biaya juga menjadi salah satu alasan pemicu utama tutupnya beberapa gerai Pizza Hut. Pada April lalu, upah minimum di Inggris naik hampir 7% menjadi 12,21 poundsterling per jam (sekitar Rp247.000). Kenaikan tersebut disertai kenaikan iuran asuransi perusahaan.

Model makan sepuasnya yang dahulu menjadi daya tarik, kini dinilai terlalu mahal. Sementara kualitas makanan dianggap menurun.

Editor AF Setiawan
TERKAIT
- Advertisment -