Serang, Bantentv.com – Dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) melalui Bidang Keluarga Berencana Ketahanan Kesejahteraan Keluarga (KB-KKK) menggelar pelayanan Keluarga Berencana (KB) gratis bagi masyarakat.
Salah satu fokus utamanya adalah pelayanan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) berupa MOW dan MOP yang dipusatkan di Rumah Sakit (RS) Ibunda, Rabu 17 Juni 2026.
Kepala DP3AKB Kota Serang Wasis Dewanto didampingi Pihak RS Ibunda dan jajaran berkesempatan meninjau proses screening puluhan akseptor di RS Ibunda Kota Serang.
Kepala Bidang KB KKK DP3AKB Kota Serang, Imas Hotimah, menyampaikan bahwa kuota yang disediakan untuk tindakan sterilisasi pada tahun anggaran 2026 ini 20 untuk MOW dan 3 untuk MOP)Â berkat kerja keras para petugas di lapangan, dan hingga Rabu siang baru sekitar 13 akseptor sudah ke melakukan pelayanan MOW dan MOW di RS Ibunda.
“Hari ini alhamdulillah kita punya target 20 orang untuk MOW (Metode Operasi Wanita) dan 3 orang untuk MOP (Metode Operasi Pria) dari 6 kecamatan. Alhamdulillah semua kuota tersebut sudah terisi penuh,” ujar Imas Hotimah di RS Ibunda.
Imas menjelaskan, seluruh akseptor yang mendapatkan pelayanan ini berhasil dijaring oleh para petugas Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) yang tersebar di enam kecamatan di Kota Serang.
Bagi masyarakat yang belum terakomodasi dalam program MOW dan MOP, Imas Hotimah menambahkan bahwa DP3AKB Kota Serang juga menggelar pelayanan KB gratis non-permanen secara masif di lima kecamatan.
Pelayanan ini mencakup pemasangan IUD (spiral) dan implan (KB susuk) yang rata-rata ditempatkan di fasilitas kesehatan tingkat pertama.
“Untuk pelayanan IUD dan implan kita rencanakan berjalan di lima kecamatan yang sudah ditunjuk. Rata-rata pelayanannya dilakukan di Puskesmas,” jelas Imas.
Selain Puskesmas, DP3AKB juga menggandeng faskes dan bidan praktik swasta untuk memaksimalkan capaian dan laporan pelayanan kontrasepsi lainnya seperti suntik, pil, dan kondom.
“Warga cukup membawa KK (Kartu Keluarga) dan KTP, atau kartu BPJS jika memiliki. Khusus untuk bidan swasta yang bekerja sama (karena rata-rata berstatus PNS), pelayanan KB gratis ini biasanya dibuka pada sore hari, mulai pukul 16.00 WIB hingga 20.00 WIB,” jelas Imas.
Program pelayanan KB gratis yang masif ini disambut baik oleh Pemerintah Kota Serang. Imas menegaskan, program yang bersumber dari pusat hingga provinsi ini memegang peranan krusial dalam pembangunan sumber daya manusia di Kota Serang.
“Tujuannya jelas, selain untuk menekan angka kelahiran dan mengatur jarak kelahiran yang ideal bagi ibu, program KB gratis ini menjadi salah satu pilar penting untuk mencegah dan menurunkan angka stunting di Kota Serang,” jelas Imas.
Baca Juga: Antusias Warga Tinggi, DP3AKB Kota Serang Siapkan Usulan Tambah Kuota KB Gratis
Kepala UPT KB DP3AKB Kota Serang, Lies Fitri Haryati, menjelaskan secara teknis mengenai metode kontrasepsi MOW dan MOP ini. Menurutnya, metode ini merupakan pilihan kontrasepsi yang mantap dan bersifat permanen.
“Ini merupakan metode kontrasepsi yang mantap dan permanen. Artinya, diperuntukkan bagi pasangan-pasangan yang sudah memenuhi kriteria dan sudah tidak memungkinkan atau tidak ingin mempunyai anak lagi,” kata Lies.
Kriteria bagi wanita yang ingin melakukan MOW antara lain berusia diatas 35 tahun, memiliki jumlah anak lebih dari dua, kondisi kesehatan prima tensi normal, tidak mengidap penyakit gula/diabetes, serta tidak mengalami obesitas.
Lies tidak menampik bahwa minat masyarakat Kota Serang terhadap program MOW dan MOP gratis ini sebenarnya sangat tinggi, bahkan melebihi kuota anggaran yang tersedia untuk tahun 2026.
Sebagian besar akseptor yang dilayani tahun ini bahkan merupakan warga yang sudah mengantre sejak tahun lalu.
“Sebetulnya peminatnya banyak. Untuk MOP saja, ada daftar antrean 5 orang dari tahun sebelumnya, namun setelah melalui skrining ketat disesuaikan anggaran 2026, yang terealisasi 3 orang. Sisanya masih masuk daftar antrean,” ungka Lies.
Melihat tingginya antusiasme warga, pihak DP3AKB Kota Serang berencana untuk mengajukan penambahan kuota anggaran di tahun mendatang.
“Kami dari DP3AKB mengajukan usulan dan permohonan untuk tahun 2027 agar kuota bisa lebih banyak lagi, disesuaikan dengan kebutuhan riil masyarakat Kota Serang,” tambah Lies.