Pandeglang, Bantentv.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pandeglang menyampaikan kritik sekaligus usulan konstruktif kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang terkait ajakan berwirausaha bagi generasi muda di tengah sulitnya mencari pekerjaan.
DPRD menilai, ajakan untuk berwirausaha tidak cukup hanya sebatas motivasi. Pemerintah daerah juga perlu memberikan dukungan konkret berupa akses permodalan dan pendampinganagar para pemuda dapat benar-benar mandiri secara ekonomi.
Anggota Komisi IV DPRD Pandeglang, Kumaedi, meminta agar Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans)tidak hanya sebatas mengimbau, melainkan juga memfasilitasi akses pembiayaan dan pelatihan bagi calon wirausahawan muda.
“Usaha itu kan intinya uang, berkaitan dengan modal. Nah, uangnya dari mana? Kalau dari pemerintah, tentu ada mekanisme yang harus dipikirkan. Jadi memang tidak mudah,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin 3 November 2025.
Politisi Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menjelaskan, program seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) dapat menjadi solusi bagi pemuda yang ingin memulai usaha. KUR dapat disalurkan mulai dari Rp5 juta sesuai kemampuan pemohon.
“Pemerintah daerah bisa menjalin kerja sama dengan perbankan agar masyarakat kecil lebih mudah mengakses KUR,” tambahnya.
Kumaedi, yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Kehormatan DPRD Pandeglang, menekankan pentingnya mengembangkan jenis usaha yang sesuai dengan karakter lokal daerah.
Menurutnya, sektor seperti UMKM, kerajinan tangan, dan kuliner khas Pandeglang memiliki potensi besar untuk berkembang jika dikelola secara serius.
“Semua tergantung mental. Kalau serius, usaha kecil bisa tumbuh besar. Jangan gengsi mulai dari yang kecil dulu,” katanya sambil mengenang pengalamannya berjualan es di pinggir jalan sebelum menjadi anggota DPRD.
Ia menegaskan, ajakan berwirausaha tanpa dukungan nyata dari pemerintah akan sulit membuahkan hasil.
Pemerintah harus hadir melalui program pelatihan, pendampingan usaha, dan fasilitas permodalanagar semangat berwirausaha di kalangan muda tidak berhenti pada slogan semata.
Sebelumnya, Kepala Disnakertrans Pandeglang, Mohamad Kabir, mengimbau generasi muda untuk tidak hanya bergantung pada pemerintah dalam mencari pekerjaan.
Menurutnya, pemuda memiliki potensi besar yang perlu dioptimalkan melalui kreativitas dan inovasi.
“Pemerintah memang berkewajiban menyediakan lapangan kerja, tapi jangan semuanya diserahkan ke pemerintah. Pemuda harus kreatif dan inovatif, apalagi di momentum Hari Sumpah Pemuda ini,” katanya.
Kabir menambahkan, sebagian pengangguran di Pandeglang disebabkan oleh minimnya modal dan keterampilan.
Ia mendorong lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) agar memanfaatkan kemampuan yang dimiliki, misalnya dengan membuka bengkel atau usaha mandiri lainnya.