BerandaBeritaKrisis Air Bersih di Pulomerak, Warga Harus Jalan 3 Kilometer

Krisis Air Bersih di Pulomerak, Warga Harus Jalan 3 Kilometer

Saluran WhatsApp

Cilegon, Bantentv.com – Krisis air bersih masih menjadi persoalan yang dialami warga Lingkungan Tembulun, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon. Untuk mendapatkan air bersih, warga harus berjalan kaki sejauh kurang lebih tiga kilometer setiap hari.

Kondisi ini membuat kebutuhan dasar masyarakat terhadap air bersih menjadi tidak mudah terpenuhi. Sejumlah sumber air, baik aliran sungai maupun mata air, dilaporkan telah mengering, sehingga warga bergantung pada satu titik penampungan air bersih yang jaraknya cukup jauh dari permukiman.

Salah satu warga, Murtajina, mengaku harus menempuh perjalanan tersebut demi memenuhi kebutuhan air bersih untuk aktivitas sehari-hari.

Baca Juga: Tunjang Akses Air Bersih, TNI Bangun Sumur Bor di Suralaya

Ia menyebut, proses pengambilan air bersih juga tidak singkat karena harus mengantre bersama warga lain.

“Banyak warga yang bergiliran mengisi air di sini. Sekali mengisi paling tidak 4 galon,” katanya.

Di lokasi penampungan tersebut, warga membawa wadah masing-masing dan menunggu hingga air bersih terkumpul.

Krisis air bersih yang dialami warga Lingkungan Tembulun, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon (Foto: Bantentv.com/ Ali)
Krisis air bersih yang dialami warga Lingkungan Tembulun, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon (Foto: Bantentv.com/ Ali)

Air bersih yang diperoleh kemudian digunakan untuk berbagai keperluan rumah tangga, mulai dari memasak, mencuci, mandi, hingga kebutuhan minum. Meski demikian, jumlah air bersih yang didapat sering kali tidak mencukupi kebutuhan harian.

Murtajina berharap pemerintah dapat segera menghadirkan solusi permanen agar warga tidak lagi kesulitan mendapatkan air bersih. Upaya sebelumnya seperti pembangunan sumur bor disebut belum berhasil karena kondisi tanah yang didominasi batuan keras.

Di sisi lain, warga mengakui bahwa bantuan air bersih dari pemerintah pernah diberikan. Namun, distribusi tersebut dinilai belum cukup untuk menjawab kebutuhan seluruh masyarakat secara berkelanjutan.

Editor Siti Anisatusshalihah
TERKAIT
- Advertisment -