Serang, Bantentv.com – Viral di media sosial sebuah video yang menampilkan dugaan tindakan arogan petugas Satgas Disparpora Kota Serang saat menertibkan pedagang di kawasan Stadion Maulana Yusuf.
Menanggapi hal tersebut, Disparpora langsung memberikan klarifikasi dan menyebut insiden itu dipicu oleh pedagang yang dinilai sulit diatur ketika proses penertiban berlangsung.
Disparpora bergerak cepat dengan memanggil personel Satgas yang terlibat cekcok dengan seorang pedagang. Langkah ini diambil untuk mengetahui secara jelas duduk persoalan yang terjadi di lapangan.
Selain itu, Disparpora juga menggelar musyawarah dengan mempertemukan pihak-pihak terkait guna mencari solusi dan meluruskan informasi yang beredar.
Berdasarkan hasil klarifikasi, Disparpora menyatakan bahwa peristiwa tersebut merupakan akumulasi kekecewaan petugas terhadap pedagang yang dianggap tidak kooperatif saat ditertibkan.
Baca Juga: Pujasera Stadion Maulana Yusuf Mulai Ditempati Pedagang UMKM
Kepala Disparpora Kota Serang, Zeka Bachtiar, pada Kamis petang menjelaskan bahwa cekcok antara Satgas dan pedagang merupakan bentuk kesalahpahaman yang kemudian memicu ketegangan.
Ia menegaskan bahwa Disparpora tidak ingin kawasan stadion memiliki citra negatif di mata pengunjung, khususnya di area pujasera yang menjadi tempat aktivitas para pedagang.
“Kita mau mengembalikan fungsi stadion ini sebagai saran olahraga dan juga pujasera ini yang benar-benar aman buat orang berlibur atau datang kesini sambil membawa anak atau keluarga,” ungkap Zeka.
Menurutnya, komitmen Disparpora adalah mengembalikan fungsi stadion sebagai sarana olahraga sekaligus ruang publik yang aman bagi keluarga. Terkait tuduhan adanya tindakan pemukulan, Disparpora membantah adanya kekerasan fisik dalam kejadian tersebut.
“Terkait pemukulan dan lain-lain kita sudah konfirmasi, bagi teman teman yang terpukul atau ingin melaporkan silakan. Tentunya dari versi teman-teman Satgas tidak ada pemukulan dan saat itu disaksikan oleh banyak orang. Dan insyaAllah kami juga sudah memanggil yang bersangkutan untuk kita mediasi bersama-sama,” ujar Zeka.
Lebih lanjut, ia menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang timbul akibat insiden tersebut.
“Yang pasti ini hanya kesalhapahaman saja, akibat kesalahpahaman ini berdampak kurang nyaman kepada masyarakat kota Serang, tentu kami dari Disparpora memohon maaf yang sebesar-besarnya,” lanjutnya.
Disparpora juga mengklaim bahwa banyak saksi di lokasi yang melihat langsung kejadian dan tidak terdapat aksi pemukulan seperti yang dituduhkan.
Ke depan, Disparpora menegaskan komitmennya bersama Wali Kota Serang untuk terus menjaga kawasan Stadion Maulana Yusuf agar tetap menjadi ruang publik yang sehat, tertib, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.