BerandaBeritaBerdayakan Masyarakat Pandeglang, BNPT dan PLN Indonesia Power Sulap Limbah FABA Jadi...

Berdayakan Masyarakat Pandeglang, BNPT dan PLN Indonesia Power Sulap Limbah FABA Jadi Paving Block

Saluran WhatsApp

Pandeglang, Bantentv.com – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) terus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat melalui program pemberdayaan berbasis inovasi.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah memanfaatkan limbah sisa pembakaran batu bara menjadi produk bernilai guna.

Program ini dijalankan bersama PT PLN Indonesia Power sebagai bagian dari upaya pengelolaan limbah yang lebih produktif.

Peluncuran program tersebut ditandai dengan kegiatan Kick Off Produksi paving block berbahan Fly Ash Bottom Ash (FABA) yang berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).

Baca Juga: Dari Limbah Jadi Cuan, Kisah Perajin Replika Unta di Serang

Kegiatan ini berlangsung di Desa Muruy, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Kamis 23 April 2026, dan dibuka langsung oleh Kepala BNPT, Komjen Pol (Purn) Eddy Hartono.

Program ini menjadi langkah strategis dalam mengubah limbah industri menjadi material konstruksi yang memiliki nilai ekonomi.

Selain mengurangi dampak limbah terhadap lingkungan, pemanfaatan limbah ini juga diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat melalui kegiatan produksi yang berkelanjutan.

“Proses produksi paving block FABA ini melibatkan tenaga kerja lokal sepenuhnya, mulai dari tahap pengolahan bahan baku hingga distribusi produk ke pasar. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi model pengelolaan limbah yang produktif dan berkelanjutan,” ujar Komjen Pol (Purn) Eddy Hartono usai acara.

Kepala BNPT, Komjen Pol (Purn) Eddy Hartono, saat membuka Kick Off Produksi Paving Block berbahan FABA (Foto: Bantentv.com/ Rangga)
Kepala BNPT, Komjen Pol (Purn) Eddy Hartono, saat membuka Kick Off Produksi Paving Block berbahan FABA (Foto: Bantentv.com/ Rangga)

Dalam pelaksanaannya, BNPT bersama PLN sebelumnya telah memberikan bantuan berupa mesin pencetak paving block.

Mesin tersebut kini dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDESMA) Kecamatan Menes, sehingga pengolahan limbah dapat dilakukan secara mandiri oleh masyarakat setempat.

Aspek keamanan dan kualitas produk juga menjadi perhatian utama. BNPT memfasilitasi uji laboratorium di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) untuk memastikan bahwa hasil olahan limbah memenuhi standar teknis dan layak digunakan sebagai material konstruksi.

Senior Manager PLN Indonesia Power PLTU 2 Labuan, Wisnu Kurniawan, menyatakan dukungan penuh terhadap keberlanjutan program ini. Ia menilai bahwa limbah FABA memiliki karakteristik yang kuat dan efisien untuk dijadikan bahan baku bangunan.

“Kami siap mendukung karena FABA merupakan bahan baku yang sangat kuat dan efisien untuk dijadikan paving block. Ini adalah sinergi yang luar biasa antara industri dan pengembangan masyarakat,” jelas Wisnu.

Dengan dimulainya produksi massal ini, Kabupaten Pandeglang diharapkan mampu menjadi daerah percontohan nasional dalam pengelolaan limbah industri.

Editor Siti Anisatusshalihah
TERKAIT
- Advertisment -