Lebak, Bantentv.com – Tradisi Seba Baduy kembali digelar oleh masyarakat adat Baduy dari Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten.
Sebanyak 38 warga Baduy Dalam dan Baduy Luar dari tiga kampung, yakni Cibeo, Cikertawarna, dan Cikesik, turun gunung untuk menjalankan tradisi tahunan tersebut.
Mereka berjalan kaki sejauh kurang lebih 40 kilometer menuju Pendopo Bupati Lebak. Rombongan berangkat dari kampung halaman mereka pada Jumat dini hari sekitar pukul 04.00 WIB.
Perjalanan panjang ditempuh dengan berjalan kaki sebagai bagian dari nilai adat yang masih dijaga hingga kini.
Baca Juga: Catat! Ini Rundown Acara Seba Baduy 23-26 April 2026 di Lebak
Tradisi Seba Baduy merupakan bentuk penyerahan hasil bumi sekaligus simbol penghormatan masyarakat adat kepada pemerintah daerah.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum menjaga hubungan harmonis antara masyarakat Baduy dan pemerintah.

Perjalanan puluhan kilometer tersebut bukan sekadar ritual, tetapi juga mencerminkan keteguhan masyarakat Baduy dalam mempertahankan adat dan tradisi leluhur di tengah perkembangan zaman.
Sebagai informasi, Seba Baduy merupakan ritual adat tahunan masyarakat Baduy di Kabupaten Lebak, Banten.
Tradisi ini berupa kunjungan resmi kepada pemerintah daerah (Bapak Gede) sebagai bentuk silaturahmi, penyampaian amanat pu’un, serta penyerahan hasil bumi.
Ritual ini dijalani dengan berjalan kaki puluhan kilometer oleh warga Baduy Dalam dan Baduy Luar, sebagai wujud rasa syukur sekaligus komitmen menjaga kelestarian alam dan adat leluhur.
Baca Juga: Bupati Lebak Resmi Buka Rangkaian Seba Baduy 2026
Pada tahun ini, Seba Baduy mengusung tema “Warisan Karuhun, Inspirasi Kiwari, Ngahiji Dina Tradisi”.
Tema tersebut menegaskan bahwa nilai-nilai warisan leluhur tetap hidup dan relevan, sekaligus menjadi inspirasi bagi kehidupan masyarakat di tengah perkembangan zaman.