Serang, Bantentv.com – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Serang mencatat penerimaan Retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) hingga pertengahan tahun 2026 menembus sekitar Rp14 miliar lebih dari target yang ditetapkan sebesar Rp21 Miliar.
Capaian retribusi tersebut dinilai cukup tinggi lantaran saat ini sudah banyak perusahaan atau pelaku usaha yang patuh mengurus PBG.
Kepala Seksi Pengawasan Bidang Bina Konstruksi DPUPR Kabupaten Serang, Dadan Gunawan mengatakan, untuk meningkatkan pendapatan daerah melalui penerimaan retribusi PBG.
Baca Juga: DPUPR Kota Serang Dorong Kepatuhan PBG Demi Keselamatan Warga
Pihaknya juga terus melakukan berbagai inovasi. Diantaranya dengan gencar melakukan sosialisasi terhadap perusahaan perusahaan dan para pelaku usaha.
“Diawal tahun kita telah melakukan sosialisasi, setelah sosialisasi nanti kita akhir tahun lakukan evaluasi,” ungkapnya Minggu, 14 Juni 2026.
Baca Juga: Retribusi PBG dan SLF Tembus Rp24,5 M, DPUPR Kabupaten Serang Optimis Capai Target
Dadan mengungkapkan, dari target retribusi PBG yang ditetapkan sebesar Rp21 Miliar, hingga pertengahan tahun ini sudah tercapai Rp14 miliar lebih. Menurutnya, penerimaan tersebut sangat menggembirakan lantaran mengalami peningkatan.
“Alhamdulillah dibtahun 2025 dan tahun 2026 ini kita agak sedikit meningkat untuk capaian retribusinya, mudah mudahan dari tahun ke tahun kita selalu tercapai,” ucapnya.
Baca Juga: Komisi V pertanyakan Besarnya Anggaran Pembangunan Rumah Dinas Menteri di IKN
Namun demikian Dadan mengaku tidak berpuas diri, pihaknya akan terus berupaya secara optimalkan agar penerimaan retribusi PBG ini dapat mencapai target. Apalagi perusahaan perusahaan atau para pelaku usaha berangsur patuh untuk mengurus PBG.
“Kepatuhan untuk perusahaan atau pelaku usaha yang akan buat PBG susah berangsur memproses ke kita, saya berpikir ini ada dampak dari sosialisasi yang kita sudah lakukan,” tuturnya.
Dadan mengungkapkan, jumlah perusahaan di Kabupaten Serang yang sudah mengurus PBG di tahun 2026 ini ada sebanyak 326. Sedangkan potensi pendapatannya kurang lebih sebesar Rp16miliar.
“Alhamdulillah masih banyak yang kita proses, pada bulan juli juga potensi masih ada,” pungkasnya
Editor : Erina Faiha