Bantentv.com – Dewasa ini penggunan AI (Kecerdasan Buatan) kian diperhitungkan dalam kehidupan sehari-hari.
AI (kecerdasan buatan) dinilai penting saat ini karena kemampuannya meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan inovasi melalui otomatisasi tugas rutin, analisis data besar (big data), dan personalisasi pengalaman.
AI mampu mentransformasi berbagai sektor mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga keuangan, serta membantu manusia memecahkan masalah kompleks dengan lebih cepat.
Dengan memanfaatkan teknologi AI tersebut, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bakal mneggelar pelatihan berbasis AI bagi 3.100 pemuda di Kota Padang dna skeitarnya. Hal tersebut dilakukan untuk mendukung percepatan pemulihan keonomi melalui peningkatkan kompetensi masyarakat di Sumatera Barat.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan, para peserta bakal memperoleh akses pelatihan digital melalui platform pembelajaran berbasis kecerdasan artifisial (AI).
Platform ini menyediakan berbagai materi pengembangan kompetensi, mulai dari pengembangan diri, kewirausahaan, hingga keterampilan nonteknis dan keterampilan lainnya.
Baca Juga: Ciptakan Lapangan Kerja, Kemnaker Luncurkan Talent and Innovation Hub
“Kalau 3.100 kurang, bisa diminta tambahan. Tapi habiskan dulu kuota pelatihannya sebanyak 3.100. Saya ingin anak-anak muda kita punya keterampilan, punya skill, punya kompetensi untuk bisa bersaing,” ujar Yassierli dikutip dari Biro Humas Kemnaker.
Yassierli menambahkan, kuota awal sebanyak 3.100 peserta adalah tahap pertama penerima akses pelatihan digital berbasis AI yang disiapkan Kemnaker. Program tersebut diharapkan dapat membuka kesempatan lebih luas bagi generasi muda untuk meningkatkan kompetensi dan daya saing di dunia kerja.
Pada kesempatan itu Yassierli juga menyampaikan saat Sumatera Barat dilanda banjir dan tanah longsor, Kemnaker bergerak cepat dengan menghadirkan posko layanan bagi masyarakat di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Padang selama tiga bulan.
Selain layanan darurat, Kemnaker telah menyalurkan berbagai program pemulihan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat senilai Rp30,3 miliar. Bantuan itu diwujudkan dalam sejumlah program ketenagakerjaan, seperti program Padat Karya dan program Tenaga Kerja Mandiri (TKM).