BerandaBeritaKemdiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik Jadi Rekayasa, Ini Alasannya

Kemdiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik Jadi Rekayasa, Ini Alasannya

Saluran WhatsApp

Bantentv.com – Perubahan nama program studi teknik di perguruan tinggi tengah menjadi perhatian publik. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) kini resmi mengganti istilah program studi teknik menjadi rekayasa.

Kebijakan perubahan nama ini sebenarnya bukan hal baru. Pemerintah telah menetapkannya melalui Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdiktisaintek Nomor 96/B/KPT/2025 tentang Nama Program Studi pada Jenis Pendidikan Akademik dan Pendidikan Profesi.

Aturan tersebut ditetapkan di Jakarta pada 9 September 2025 dan ditandatangani oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Khairul Munadi.

Alasan Teknik Diubah Menjadi Rekayasa

Perubahan istilah teknik menjadi rekayasa dilakukan untuk menyesuaikan dengan standar internasional. Dalam konteks global, istilah “rekayasa” merupakan padanan resmi dari kata “engineering”.

Melalui penggunaan istilah rekayasa, pemerintah berharap lulusan perguruan tinggi Indonesia dapat lebih mudah diakui di luar negeri. Selain itu, perubahan nama ini juga diharapkan membantu kampus memperoleh akreditasi internasional.

Baca Juga: Terima KKN-PPM, Bupati Serang Minta Mahasiswa UGM Gali Potensi Wisata di Mancak

Aturan mengenai rekayasa ini diterbitkan untuk melaksanakan ketentuan Pasal 7 Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 32 Tahun 2021 tentang Penamaan Program Studi pada Perguruan Tinggi.

Dengan terbitnya aturan baru tersebut, Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Nomor 163/E/KPT/2022 yang sebelumnya mengatur hal serupa resmi dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

Kampus Mulai Sesuaikan Nama Program Studi

Sejumlah perguruan tinggi kini mulai menyesuaikan data program studi mereka di sistem pemerintah.

Perguruan tinggi berstatus PTN-BH seperti Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember diberikan fleksibilitas untuk menggunakan nama program studi yang dianggap setara.

Karena itu, beberapa kampus mulai memperbarui penyebutan jurusan teknik menjadi rekayasa sesuai ketentuan terbaru.

Berikut daftar lengkap perubahan nama jurusan dari Teknik menjadi Rekayasa beserta padanan nama dalam bahasa Inggrisnya berdasarkan Salinan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 96/B/KPT/2025:

  1. Rekayasa Berkelanjutan – Sustainability Engineering
  2. Rekayasa Bioenergi dan Kemurgi – Bioenergy Engineering and Chemurgy
  3. Rekayasa Biomedis – Biomedical Engineering
  4. Rekayasa Biosistem – Biosystem Engineering
  5. Rekayasa Pertanian dan Biosistem – Agricultural and Biosystem Engineering
  6. Rekayasa Pertanian – Agricultural Engineering
  7. Rekayasa Dirgantara – Aerospace Engineering
  8. Rekayasa Aeronautika – Aeronautics Engineering
  9. Rekayasa Elektro – Electrical Engineering
  10. Rekayasa Energi Terbarukan – Renewable Energy Engineering
  11. Rekayasa Energi Panas Bumi – Geothermal Energy Engineering
  12. Rekayasa Tenaga Listrik – Electrical Power Engineering
  13. Rekayasa Sistem Energi – Energy System Engineering
  14. Rekayasa Fisika – Physics Engineering
  15. Rekayasa Geodesi – Geodetic Engineering
  16. Rekayasa Geofisika – Geophysical Engineering
  17. Rekayasa Geologi – Geological Engineering
  18. Rekayasa Geomatika – Geomatics Engineering
  19. Rekayasa Pengindraan Jauh – Remote Sensing Engineering
  20. Rekayasa Industri – Industrial Engineering
  21. Manajemen Rekayasa – Engineering Management
  22. Rekayasa Logistik – Logistic Engineering
  23. Rekayasa Industri dan Manajemen – Industrial Engineering and Management
  24. Rekayasa Industri Pertanian – Agro-industrial Engineering
  25. Rekayasa Instrumentasi dan Kontrol – Instrumentation and Control Engineering
  26. Rekayasa Instrumentasi dan Automasi – Instrumentation and Automation Engineering
  27. Rekayasa Kelautan – Ocean Engineering
  28. Rekayasa Perkapalan – Naval Architecture Engineering
  29. Rekayasa Sistem Perkapalan – Marine Engineering
  30. Rekayasa Transportasi Laut – Marine Transport Engineering
  31. Rekayasa Keselamatan – Safety Engineering
  32. Rekayasa Keselamatan Kebakaran – Fire Safety Engineering
  33. Rekayasa Kimia – Chemical Engineering
  34. Rekayasa Bioproses – Bioprocess Engineering
  35. Rekayasa Komputer – Computer Engineering
  36. Rekayasa Kosmetik – Cosmetics Engineering
  37. Rekayasa Lingkungan – Environmental Engineering
  38. Rekayasa Material – Materials Engineering
  39. Rekayasa Metalurgi – Metallurgical Engineering
  40. Rekayasa Material dan Metalurgi – Metallurgical and Materials Engineering
  41. Rekayasa Mesin – Mechanical Engineering
  42. Rekayasa Manufaktur – Manufacturing Engineering
  43. Rekayasa Mekatronika – Mechatronics Engineering
  44. Rekayasa Nuklir – Nuclear Engineering
  45. Rekayasa Perminyakan – Petroleum Engineering
  46. Rekayasa Minyak dan Gas – Oil and Gas Engineering
  47. Rekayasa Pertambangan – Mining Engineering
  48. Rekayasa Perumahsakitan – Hospital Engineering
  49. Rekayasa Sipil – Civil Engineering
  50. Rekayasa Infrastruktur dan Lingkungan – Infrastructure and Environmental Engineering
  51. Rekayasa Transportasi – Transportation Engineering
  52. Rekayasa Sumber Daya Air (Pengairan) – Water Resources Engineering
  53. Rekayasa Perkeretaapian – Railway Engineering
  54. Rekayasa Telekomunikasi – Telecommunications Engineering
  55. Rekayasa Hayati – Bioengineering
  56. Rekayasa Tekstil – Textile Engineering
  57. Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan – Robotics Engineering and Artificial Intelligence
Editor Siti Anisatusshalihah
TERKAIT
- Advertisment -