Tangerang, Bantentv.com – Pemerintah Kabupaten Tangerang menyerahkan bantuan modal usaha kepada 274 koperasi desa dan kelurahan yang tergabung dalam program Merah Putih.
Bantuan tersebut mencapai 27,4 miliar rupiah dan diberikan melalui kerja sama antara pemerintah dan CSR para pelaku usaha.
Setiap koperasi menerima dukungan sebesar 100 juta rupiah yang diproyeksikan untuk memperkuat kegiatan operasional mereka.
Selain itu, koperasi juga memperoleh pendampingan hukum dari kejaksaan sebagai langkah pencegahan agar pengelolaan berjalan lebih tertib.
Penyerahan bantuan dilakukan di hadapan ratusan pengurus koperasi serta disaksikan langsung oleh Wakil Menteri Koperasi Indonesia, Jaksa Agung Muda Intelijen, dan para pelaku usaha.
Pemerintah menegaskan bahwa dukungan ini menjadi bentuk nyata sinergi antara sektor publik dan swasta dalam memperkuat roda perekonomian, khususnya melalui pengembangan koperasi Merah Putih di tingkat desa dan kelurahan.

Wakil Menteri Koperasi, Farida Farichah, dalam kesempatan tersebut menyampaikan pentingnya peran koperasi desa sebagai ujung tombak peningkatan ekonomi masyarakat.
Ia juga menilai bahwa program KDMP memberikan manfaat yang merata bagi warga. Ke depan, pemerintah merencanakan pembangunan fisik berupa kantor dan gudang logistik untuk gerai KDMP agar kegiatan koperasi lebih optimal.
“Ini merupakan kolaborasi bersama-sama untuk membesarkan koperasi desa kelurahan merah putih, memastikan semua koperasi desa kelurahan merah putih yang ada di Kabupaten Tangerang bisa berjalan, beroperasional. Sehingga diawali dengan CSR Rp100 juta per desa dan kelurahan, semoga itu bisa dioptimalkan,” katanya.
Farida juga mendorong pengembangan unit usaha pertanian, termasuk produksi bawang, agar koperasi mampu memenuhi kebutuhan hingga ke daerah lain.
Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid, turut menegaskan komitmen pemerintah dalam memberikan dukungan operasional. Ia menyatakan bahwa unit usaha koperasi saat ini masih terbatas, namun diberikan ruang untuk mengembangkan layanan sesuai kebutuhan wilayah masing-masing.
“Jadi total yang telah disalurkan selama tahun 2025 ini sebanyak 274 desa/kelurahan, dengan nominal anggaran keseluruhan sebesar Rp 27,4 Miliar,” ujarnya.
Menurut Maesyal, dana 100 juta rupiah yang diberikan kepada masing-masing koperasi ditujukan untuk kebutuhan operasional dan pengelolaan komoditi masyarakat, mulai dari sembako hingga pertanian dan LPG 3 kg.
Ia menekankan pentingnya pemberdayaan masyarakat melalui penguatan koperasi, agar manfaat program dapat dirasakan secara langsung oleh warga di tingkat desa.