Tangerang Selatan, Bantentv.com – Gelaran akbar Sharia Festival Jawara (SHAFARA) dan Digital Jawara (DIGIWARA) Festival 2026 yang diinisiasi oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Banten berjalan sukses.
Selama tiga hari pelaksanaan di Bintaro Jaya Xchange Mall 2, festival ekonomi syariah dan digital ini berhasil mencatatkan total perputaran uang hingga mencapai Rp4,3 miliar.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten, Ameriza M. Moesa, mengungkapkan bahwa animo masyarakat tinggi. Tercatat sebanyak 80.180 orang memadati area festival selama tiga hari berturut-turut.
Baca Juga: Hari Kedua SHAFARA & DIGIWARA 2026 Sedot Antusiasme Warga, BI Banten Bidik Target Omzet Rp3 Miliar
“Rata-rata kunjungan mencapai 26.000 orang per hari, dengan puncak kepadatan tertinggi terjadi pada hari Sabtu dan Minggu,” ujar Ameriza saat memaparkan capaian closing ceremony festival Minggu, 24 Mei 2026.
Keberhasilan tahun ini sekaligus melampaui catatan rekor performa tahun sebelumnya. Total nilai transaksi dan komitmen ekonomi yang dibukukan kali ini mengalami pertumbuhan sebesar 5,2 persen dibanding omzet tahun lalu.
Ameriza merinci, total pembiayaan dan transaksi Rp4,3 miliar tersebut disumbang oleh beberapa sektor strategis hilir-mudik bisnis UMKM dan perbankan, di antaranya Penjualan Langsung UMKM & Komitmen Business Matching: Rp548,59 juta, Business Matching Ekspor UMKM: Rp1,29 miliar, Business Matching Dalam Negeri: Rp2,5 miliar,Business Matching Pembiayaan Syariah UMKM: Rp1,01 miliar, dengan potensi lanjutan pembiayaan mencapai sekitar Rp1,14 miliar.
“Ternyata animo bisnis di Banten sangat bagus. Selama tiga hari saja, perbankan syariah sukses mencairkan kredit sebanyak Rp1,15 miliar,” tambah Ameriza.

Selain itu, geliat investasi dan permodalan juga berjalan agresif di lokasi acara. Tercatat ada pengajuan baru Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp500 juta, pembiayaan komersial mencapai Rp3 miliar, serta pembukaan 65 rekening syariah baru oleh nasabah.
Sesuai dengan esensi kampanye DIGIWARA, kultur transaksi nontunai (cashless) mendominasi perbelanjaan para pengunjung. Transaksi digital lewat QRIS dan kartu debit menjadi primadona utama di setiap booth pameran.
“Masyarakat kita sekarang sudah melek digital, belanja tidak pakai uang tunai lagi. Khusus untuk total transaksi menggunakan QRIS saja selama acara berhasil menyentuh angka Rp480 juta,” paparnya.
Tak hanya urusan belanja dan kompetisi yang diikuti oleh 1.050 peserta lomba, festival ini juga diserbu warga sebagai pusat pelayanan publik terpadu. Sebanyak 1.241 orang tercatat memanfaatkan layanan konsultasi keuangan digital.
Bahkan, pos pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) yang dilengkapi program bonus dari Samsat berhasil mengantongi setoran pajak hingga Rp28 juta.Sebagai wujud nyata keberlanjutan program pasca-event, Bank Indonesia Banten langsung tancap gas melakukan seremoni penandatanganan komitmen bersama dengan lima masjid besar di wilayah Tangerang Selatan.
Kolaborasi strategis ini mengusung proyek bertajuk Mitra Wakaf Produktif yang berfokus pada optimalisasi aset wakaf lewat ekosistem peribadatan serta pemberdayaan 1.000 UMKM berbasis masjid.
“Berbagai pencapaian ini patut kita syukuri. Ini adalah wujud nyata kolaborasi untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah dan digital di Banten. Ke depan, bukan hanya pemberdayaan ekonomi jemaah saja, tetapi kita juga akan ‘meng-QRIS-kan’ masjid-masjid yang ada di Provinsi Banten agar sistem keuangannya semakin transparan dan modern,” pungkas Ameriza.