Bantentv.com – Demam tinggi, batuk, pilek, hingga muncul ruam merah di kulit bisa menjadi tanda gejala campak. Penyakit ini perlu diwaspadai karena mudah menular dan berisiko menimbulkan komplikasi jika tidak ditangani dengan tepat.
Campak merupakan infeksi virus yang dapat menyebar dengan cepat melalui percikan air liur saat penderita batuk atau bersin. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk mengenali gejala sejak dini sekaligus memahami cara perawatan yang tepat di rumah.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, dr. Dini Anggraeni, menjelaskan bahwa sebagian besar kasus campak dapat ditangani di rumah, selama penderita mendapatkan perawatan yang tepat.
Baca Juga: 58 KLB Campak Terjadi di 14 Provinsi, Pemerintah Perluas Vaksinasi
“Campak umumnya ditandai dengan gejala demam, batuk, pilek, mata merah, serta ruam pada kulit. Meskipun sebagian besar kasus dapat ditangani di rumah, perawatan yang tepat sangat diperlukan agar tidak terjadi komplikasi,” ujar dr. Dini, seperti dikutip dari portal resmi Pemerintah Kota Tangerang.
Gejala campak biasanya diawali dengan demam tinggi, disertai batuk dan pilek. Selain itu, mata penderita juga dapat terlihat merah dan sensitif terhadap cahaya.
Beberapa hari kemudian, ruam merah akan mulai muncul di wajah dan menyebar ke seluruh tubuh. Kondisi ini dapat membuat penderita merasa lemas dan tidak nyaman.
Jika tidak ditangani dengan baik, campak dapat menyebabkan komplikasi serius seperti pneumonia, diare berat, hingga radang otak.
Panduan Perawatan Campak di Rumah
Dinas Kesehatan Kota Tangerang memberikan beberapa panduan perawatan campak yang bisa dilakukan di rumah agar proses penyembuhan berjalan optimal.
1. Perbanyak Konsumsi Cairan
Penderita campak dianjurkan untuk mengonsumsi cairan lebih banyak guna mencegah dehidrasi. Cairan dapat berupa air putih, sup, maupun jus buah.
2. Konsumsi Makanan Bergizi Seimbang
Makanan bergizi penting untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan mempercepat proses pemulihan. Pastikan penderita mendapatkan asupan nutrisi yang cukup.
3. Pemberian Vitamin A
Pemberian vitamin A sesuai anjuran tenaga kesehatan dapat membantu mengurangi risiko komplikasi pada penderita campak.
4. Istirahat yang Cukup
Istirahat yang cukup sangat penting agar tubuh memiliki energi untuk melawan infeksi virus campak.
5. Lakukan Isolasi Mandiri
Penderita campak dianjurkan untuk menghindari kontak langsung dengan orang lain guna mencegah penularan, terutama kepada anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi.
Segera Periksa Jika Gejala Campak Memburuk
Dinas Kesehatan Kota Tangerang juga mengimbau masyarakat untuk segera membawa penderita ke fasilitas kesehatan jika gejala semakin memburuk atau muncul tanda komplikasi.
Baca Juga: Ratusan Kasus Campak Tiap Bulan, Dinkes Tangerang Minta Anak Bergejala Tak Masuk Sekolah
Dengan perawatan yang tepat dan kewaspadaan masyarakat, penyebaran campak diharapkan dapat ditekan serta risiko komplikasi dapat dicegah.