Cilegon, Bantentv.com – Memasuki H-5 Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah, arus pemudik pejalan kaki mulai terlihat di Pelabuhan Merak.
Para pemudik berdatangan ke Pelabuhan Merak untuk menyeberang menuju Pulau Sumatera. Meski demikian, kondisi di Pelabuhan Merak masih terpantau relatif lengang dan belum terjadi kepadatan signifikan.
Sejumlah pemudik terlihat mulai memenuhi area terminal penumpang di Pelabuhan Merak sambil membawa barang bawaan khas perjalanan mudik.
Mereka tampak mengantre dengan tertib sebelum memasuki kapal yang akan berangkat dari Pelabuhan Merak menuju berbagai pelabuhan tujuan di Sumatera.
Baca Juga: Gubernur Banten dan Kapolda Pantau Arus Mudik di Pelabuhan Merak
Sebagian besar pemudik pejalan kaki yang memadati Pelabuhan Merak berasal dari wilayah Jabodetabek.
Para pemudik memanfaatkan berbagai moda transportasi umum seperti bus antarkota maupun kereta api untuk menuju Pelabuhan Merak sebelum melanjutkan perjalanan penyeberangan.

Salah satu pemudik pejalan kaki, Eka, mengaku memilih berangkat lebih awal menuju Pelabuhan Merak karena sudah mendapatkan waktu libur kerja.
Ia juga mendapatkan informasi bahwa arus kendaraan menuju Pelabuhan Merak masih relatif lancar sehingga perjalanan terasa lebih nyaman.
“Alhamdulillah jalanan masih lancar, belum macet. Sejauh ini pelayanannya bagus, petugasnya ramah,” ujar Eka.
Eka menambahkan bahwa perjalanan dari Jakarta menuju Pelabuhan Merak berlangsung lancar tanpa hambatan berarti.
Kondisi tersebut membuat para pemudik yang datang lebih awal merasa cukup nyaman saat tiba di Pelabuhan Merak untuk menunggu jadwal keberangkatan kapal.
Sementara itu, berdasarkan data Posko Merak, jumlah penumpang yang menyeberang dari kawasan Pelabuhan Merak dan sejumlah pelabuhan penyeberangan lainnya mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
Data tersebut mencatat arus penyeberangan pada periode 15 Maret 2026 atau H-6 Lebaran.
Pada periode tersebut, total penumpang yang menyeberang melalui Pelabuhan Merak, Pelabuhan Ciwandan, serta Pelabuhan BBJ Bojonegara mencapai 88.791 orang menuju Pulau Sumatera. Angka ini meningkat sekitar 44,7 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.