Bantentv.com – Penyakit campak belakangan ramai diperbincangkan publik, mulai dari penyebab, dampak hingga cara penularannya. Perbincangan tersebut mencuat usai unggahan selebgram sekaligus TikToker, Ruce Nuenda, yang diduga tengah mengalami campak namun tetap beraktivitas di luar rumah.
Unggahan tersebut menuai pro dan kontra setelah viral di media sosial. Banyak warganet menilai tindakan tersebut berisiko karena campak merupakan penyakit yang sangat mudah menular.
Menanggapi hal itu, Ruce Nuenda akhirnya memberikan klarifikasi. Ia mengaku tidak mengetahui bahwa campak termasuk penyakit dengan tingkat penularan tinggi.
“Saya menyadari bahwa seharusnya saya tidak keluar rumah, bahkan untuk olahraga sekalipun. Jujur, saya baru memahami sepenuhnya setelah mendapat teguran dari teman-teman semua. Setelah diingatkan, saya langsung pulang dan menyampaikan permintaan maaf,” ujarnya.

Baca Juga: 23 Warga Jawilan Kabupaten Serang Terpapar Campak
Lantas, apa sebenarnya penyebab campak dan bagaimana gejalanya, termasuk pada orang dewasa?
Pengertian Penyakit Campak
Campak merupakan penyakit akut yang sangat menular dan disebabkan oleh virus. Penyakit ini umumnya menyerang anak-anak dengan derajat ringan hingga sedang, namun dalam kondisi tertentu dapat menimbulkan komplikasi serius bahkan kematian.
Penularan campak terjadi melalui percikan droplet saat penderita batuk atau bersin, serta dapat menyebar melalui udara (airborne). Campak termasuk dalam kategori Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I).
Meski kerap dianggap hanya menyebabkan ruam dan demam ringan, campak dapat memicu komplikasi serius, terutama pada individu dengan daya tahan tubuh rendah. Komplikasi tersebut meliputi diare, pneumonia, ensefalitis (radang otak), kebutaan, gizi buruk, hingga kematian.
Baca Juga: Waspada Penyakit Campak yang Mulai Merebak
Kekebalan terhadap campak dapat diperoleh melalui vaksinasi, infeksi alami, maupun kekebalan pasif dari ibu yang memiliki antibodi campak. Bayi yang lahir dari ibu dengan kekebalan biasanya terlindungi hingga usia sekitar 4–6 bulan.
Penyebab dan Cara Penularan
- Campak disebabkan oleh virus dari genus Morbillivirus, keluarga Paramyxoviridae. Penularannya sangat cepat dan mudah melalui:
- Percikan saliva saat batuk atau bersin
- Kontak langsung dengan cairan tubuh penderita
- Permukaan benda yang terkontaminasi virus
Virus campak dapat menular sejak satu hari sebelum muncul gejala hingga empat hari setelah ruam muncul.
Baca Juga: Kasus Campak Meningkat, Cilegon Perluas ORI Campak Rubela 2025
Gejala Campak
Gejala biasanya muncul 10–14 hari setelah terpapar virus. Beberapa tanda yang sering muncul antara lain:
- Demam tinggi
- Mata merah dan sensitif terhadap cahaya
- Batuk, pilek, dan sakit tenggorokan
- Lemas dan tidak nafsu makan
- Diare atau muntah
- Ruam kemerahan pada kulit
- Bercak putih keabu-abuan di dalam mulut
Faktor Risiko dan Komplikasi
Kelompok yang berisiko tinggi tertular campak antara lain bayi yang belum diimunisasi, anak yang tinggal di wilayah padat penduduk, individu dengan kekurangan vitamin A, serta remaja dan dewasa yang belum mendapatkan imunisasi lengkap.
Jika tidak ditangani dengan baik, campak dapat menyebabkan infeksi telinga, dehidrasi, pneumonia, bronkitis, kebutaan, hingga ensefalitis.
Baca Juga: Bahayanya Tidur di Sore Hari Jelang Magrib
Pencegahan
Diagnosis campak umumnya dapat ditegakkan melalui pemeriksaan klinis. Dalam kondisi tertentu, dokter dapat melakukan tes darah atau swab tenggorokan untuk memastikan diagnosis.
Pencegahan utama campak adalah imunisasi. Selain itu, masyarakat diimbau untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, rutin mencuci tangan, menjaga asupan gizi, serta mengurangi aktivitas di luar rumah saat sedang sakit.
Dengan cakupan imunisasi yang tinggi, kekebalan kelompok (herd immunity) dapat terbentuk sehingga mampu menekan penyebaran kasus campak di masyarakat.
Editor : Erina Faiha