BerandaKenapa Perjalanan Kereta Api Sering Bikin Penumpang Ngantuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya!

Kenapa Perjalanan Kereta Api Sering Bikin Penumpang Ngantuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya!

Saluran WhatsApp

Bantentv.com – Banyak orang pernah mengalami kondisi di mana baru beberapa menit duduk di dalam kereta api, mata mulai terasa berat dan rasa ngantuk datang tanpa bisa ditahan.

Situasi ini sering kali terjadi meskipun seseorang merasa cukup tidur pada malam sebelumnya. Rasa ngantuk tersebut bukan sekadar kebetulan atau akibat kelelahan semata, melainkan dapat dijelaskan secara ilmiah berdasarkan berbagai kajian dan pengamatan.

Beberapa sumber menyebutkan bahwa kereta api kerap dijuluki sebagai “mesin pengantar tidur alami” karena mampu menciptakan kondisi yang membuat tubuh dan pikiran cepat memasuki fase relaks. 

Efek Suara Stabil terhadap Otak

Melansir dari berbagai sumber, suara kereta yang melaju di atas rel menghasilkan ritme yang stabil dan konsisten. Pola suara ini memiliki karakteristik mirip white noise atau pink noise, meskipun bukan white noise murni.

Suara yang konstan tersebut berfungsi menutupi bunyi lain yang tiba-tiba dan berpotensi mengganggu, sebuah proses yang dikenal sebagai auditory masking.

Ketika gangguan suara berkurang, otak tidak lagi berada dalam kondisi siaga tinggi. Akibatnya, sistem saraf menjadi lebih tenang dan aktivitas otak menurun.

Dalam kondisi seperti ini, rasa ngantuk lebih mudah muncul karena otak tidak terus-menerus menerima rangsangan yang dianggap sebagai ancaman atau gangguan.

Pengaruh Gerakan Ritmis Kereta

Selain suara, gerakan kereta juga memegang peran penting dalam memicu rasa ngantuk. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa gerakan lembut dan berulang dapat merangsang sistem vestibular yang mengatur keseimbangan tubuh.

Efek ini serupa dengan sensasi yang dirasakan bayi ketika diayun hingga tertidur.

Melansir berbagai studi, gerakan ritmis tersebut membantu otak lebih cepat memasuki fase slow-wave sleep atau tidur nyenyak.

Pada orang dewasa, meskipun tidak selalu langsung tertidur, kondisi ini cukup untuk memunculkan rasa ngantuk yang kuat selama perjalanan.

Baca Juga: Layanan Kereta Khusus Petani dan Pedagang Resmi Beroperasi di Banten, Ini Kata Penggunanya!

Faktor Psikologis dan Rasa Aman

Kondisi psikologis penumpang juga berkontribusi terhadap munculnya rasa ngantuk. Posisi duduk yang stabil, kursi yang relatif nyaman, serta pemandangan yang bergerak perlahan di luar jendela memberi sinyal kepada otak bahwa lingkungan sekitar aman dan terkendali.

Menurut berbagai sumber psikologi, rasa aman ini menurunkan tingkat kewaspadaan berlebih. Ketika kewaspadaan menurun, tubuh dan pikiran lebih mudah memasuki kondisi relaks, yang pada akhirnya memicu rasa ngantuk.

Kombinasi antara suara stabil dan ayunan ritmis sering disebut sebagai salah satu “obat tidur alami” yang cukup efektif.

Meski rasa ngantuk di dalam kereta merupakan hal yang wajar, penumpang tetap harus menjaga kewaspadaan.

Pastikan barang bawaan berada dalam kondisi aman dan tidak terlepas dari pengawasan. Penggunaan alarm juga disarankan agar tidak tertidur terlalu lelap hingga melewati stasiun tujuan.

Editor Siti Anisatusshalihah
TERKAIT
- Advertisment -