Sabtu, Mei 18, 2024
BerandaInHouseFeatureKenali Penyebab Stres di Kalangan Anak Muda

Kenali Penyebab Stres di Kalangan Anak Muda

Serang, Bantentv.com – Akhir-akhir ini seringkali ditemui istilah healing dalam kehidupan sehari-hari terutama media sosial. Penggunaan kata healing banyak digunakan kalangan milenial yang merujuk pada solusi ketika stres melanda.

Stres merupakan reaksi seseorang baik secara fisik maupun emosional ketika ada perubahan dari lingkungan yang mengharuskan seseorang menyesuaikan diri. Kondisi stres bisa dialami siapa saja baik tua maupun muda. Namun, banyak hal yang membuat anak muda mudah sekali stres seperti masalah fisik, akademik, masalah keluarga, asmara, hingga bullying.

Berikut penyebab-penyebab stres di kalangan anak muda :

  1. Stres Akibat Fisik

Penyebab stres anak muda yang pertama yaitu fisik. Anak muda kerap kali merasa stres fisik karena sering kali membandingkan bentuk tubuh mereka dengan orang lain yang membuat mereka merasa tertekan.

  1. Stress Akibat Akademik

Anak muda sering mengkhawatirkan banyak hal seperti tugas-tugas, nilai dan lain sebagainya. Hal ini menyebabkan mereka merasa dibebani apabila tidak sesuai harapan.

  1. Masalah Keluarga

Masalah keluarga bisa jadi penyebab stres pada anak muda. Masalah keluarga yang dialami remaja biasanya berupa perselisihan dengan orang tua dan perbedaan prinsip. Hal tersebut dapat menimbulkan konflik yang membuat anak muda tertekan dan stres berat.

  1. Asmara

Penyebab stres selanjutnya adalah asmara. Rasa tertarik dengan lawan jenis bisa dialami siapa saja termasuk remaja yang baru pubertas. Tetapi tidak sedikit juga anak muda yang patah hati karena perasaan itu tidak bersambut, hal ini bisa membuatnya stres dan takut jatuh cinta.

  1. Bullying

Penyebab stres pada anak muda yang terakhir yaitu bullying. Saat ini tidak sedikit anak muda yang mendapat ejekan, intimidasi, ancaman, hingga kekerasan yang mengakibatkan trauma dan stres.

Itulah beberapa penyebab stres yang terjadi pada anak muda. Stres bisa dicegah dan dikurangi dengan berbagai cara seperti perhatian penuh orangtua kepada anak melalui obrolan santai yang merekatkan hubungan. Selain itu bisa juga melakukan kegiatan yang positif seperti mendengarkan musik, membaca buku, atau melakukan hobi yang disukai.

TERKAIT

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

DIBAGIKAN

KOMENTAR