BerandaEkonomiBisnisDitutup Turun ke Level 6.858, Pelemahan Rupiah Hingga Jelang Pengumuman MSCI Jadi...

Ditutup Turun ke Level 6.858, Pelemahan Rupiah Hingga Jelang Pengumuman MSCI Jadi Faktor Melemahnya IHSG

Saluran WhatsApp

Bantentv.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami penurunan. Pada hari ini, Selasa 12 Mei 2026, IHSG ditutup melemah 46,72 poin atau 0,68 persen ke level 6.858,90. Sementara, indeks LQ45 justru menguat tipis 0,18 persen ke posisi 669,84.

Pada perdagangan hari ini, volume perdagangan saham tercatat mencapai 32,87 miliar dengan nilai transaksi sebesar Rp16,11 triliun. Adapun frekuensi saham yang diperdagangkan sepanjang hari ini sebanyak 2.535.099 kali atau lebih dari 2,5 juta kali.

Melemahnya IHSG juga ditekan oleh melemahnya 463 saham, meski 207 saham berhasil menguat, dan 151 saham lainnya mengalami stagnan. Sejalan dengan hal tersebut, terpantau saham-saham penopang IHSG juga ikut terkoreksi.

Sepanjang hari ini, di sisi sektoral, terdapat sejumlah sektor yang mengalami penurunan dan penguatan. Salah satunya sektor kesehatan yang mencatatkan pelemahan terdalam sebesar 3,52 persen. Sebaliknya, sektor barang baku atau basic materials justru membukukan penguatan terbesar yang mencapai 1,85 persen.

Baca Juga: Ditutup Anjlok, IHSG Turun ke Level 6.905

Berdasarkan sektor, penguatan terjadi pada 5 sektor, di antaranya sektor energi sebesar 0,01 persen, sektor keuangan 0,31 persen, sektor barang baku 1,85 persen, serta sektor transportasi dan logistik 1,59 persen

Sementara 7 sektor lainnya, mencatatkan pelemahan seperti di sektor barang konsumen non-primer yang melemah 0,06 persen, sektor barang konsumen primer turun 1,44 persen, sektor infrastruktur merosot 1,49 persen, sektor properti terkoreksi 0,61 persen, sektor industri anjlok 3,20 persen, di sektor teknologi 0,48 persen, dan sektor kesehatan mencatatkan penurunan terdalam hingga 3,52 persen.

Adapun saham-saham yang menjadi andalan bahkan mengalami penurunan seperti PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) misalnya, yang terkoreksi sebesar 3,51 persen ke harga Rp3.570 per saham.

Bahkan emiten Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lainnya juga mencatatkan pelemahan hingga Auto Reject Bawah (ARB), yakni PT Kimia Farma Tbk (KAEF) yang terkoreksi 14,69 persen ke harga Rp610 per saham.

Sementara itu, saham milik Prajogo Pangestu, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) juga tercatat melemah 8,25 persen ke harga Rp945 per saham. Selain itu, emiten Grup Bakrie, PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) juga tercatat melemah 8,62 persen ke harga Rp318 per saham.

Faktor Pelemahan IHSG

Faktor pelemahan IHSG juga didorong oleh melemahnya rupiah yang mencapai nilai terendah di Rp17.525 per dollar AS, serta jelang pengumuman hasil rebalancing MSCI untuk saham Indonesia pada 13 Mei 2026 waktu AS.

Dalam pengumuman ini, MSCI tidak akan menambah konstituen saham asal Indonesia ke dalam indeksnya. Hal ini disampaikan Penjabat sementara (Pjs) Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, dikutip dari Detik.

Jeffrey mengatakan, MSCI justru berpeluang menendang sejumlah saham RI yang masuk dalam kategori High Shareholding Concentration (HSC).

Setidaknya terdapat dua saham RI kategori HSC dalam indeks MSCI, yakni PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN). Kebijakan ini disebut akan menurunkan bobot saham RI dalam indeks MSCI.

Selain itu, penurunan bobot ini juga berarti turunnya porsi investasi asing di saham RI dalam indeks MSCI.

“Jadi, kalau itu dilakukan oleh MSCI dan tidak ada saham baru yang masuk dalam MSCI, kita dalam jangka pendek akan melihat mungkin saja weighting Indonesia turun,” ungkap Jeffrey Hendrik dalam acara Investor Relations Forum di Main Hall BEI, Jakarta Selatan, Senin 11 Mei 2026.

Editor Siti Anisatusshalihah
TERKAIT
- Advertisment -