Bantentv.com – Kue cucur adalah salah satu kue tradisional Nusantara yang sederhana, tapi menyimpan cerita panjang tentang budaya dan kebersamaan. Kue ini banyak ditemukan di daerah Betawi, Jawa, hingga beberapa wilayah di Indonesia Timur dengan sedikit variasi bentuk dan rasa.
Asal mula kue cucur
Kue cucur dipercaya sudah hadir sejak masa lampau sebagai jajanan pasar yang sering disajikan dalam acara adat, syukuran, hingga pertemuan keluarga. Meski tidak ada catatan pasti siapa penciptanya, kue ini menjadi simbol kehangatan dan kebersahajaan masyarakat tradisional.
Di beberapa daerah, kue cucur juga sering dihidangkan dalam momen penting sebagai bentuk doa agar rezeki “mengalir seperti bentuknya” melebar dan tidak terputus.
Baca Juga: Kue Salju, Camilan Lebaran Manis yang Lembut dan Lumer di Mulut
Filosofi Kue Cucur
Bentuk kue cucur yang mengembang di tengah dan tipis di pinggir menyimpan filosofi kehidupan:
- Bagian tengah yang tebal melambangkan inti kehidupan: iman, hati, dan keteguhan.
- Bagian pinggir yang melebar tipis menggambarkan perjalanan hidup yang luas, penuh tantangan, namun tetap harus dijalani dengan sabar.
- Kue cucur mengajarkan bahwa hidup tidak selalu rapi, tapi tetap bisa indah jika dijalani dengan ketulusan.
Baca Juga: Cara Membuat Kue Keranjang Simpel, Cocok untuk Perayaan Imlek
Resep Kue Cucur Tradisional
Bahan-bahan:
- 250 gram tepung beras
- 50 gram tepung terigu
- 200 gram gula merah (serut halus)
- 1 sdm gula pasir (opsional, untuk rasa lebih seimbang)
- 300 ml air
- 1 lembar daun pandan (simpulkan)
- Sejumput garam
- Minyak secukupnya untuk menggoreng
Baca Juga: Kue Ulang Tahun Buatan Sendiri, Cara Sederhana Rayakan November yang Hangat
Cara membuat:
- Rebus gula merah, gula pasir, daun pandan, dan air hingga larut. Saring dan biarkan hangat.
- Campurkan tepung beras, tepung terigu, dan garam dalam wadah.
- Tuang larutan gula sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga adonan halus dan tidak bergerindil.
- Diamkan adonan minimal 30 menit agar lebih “matang” secara tekstur.
- Panaskan minyak dalam jumlah cukup, lalu kecilkan api.
- Tuang satu sendok sayur adonan ke tengah wajan. Biarkan bagian tengah mengembang dan pinggirnya tipis renyah.
- Masak hingga matang, angkat dan tiriskan.
Tips agar kue cucur tidak terlalu berminyak
- Gunakan api kecil agar kue matang perlahan dan tidak menyerap banyak minyak.
- Pastikan minyak sudah benar-benar panas sebelum adonan dituang.
- Jangan terlalu sering membalik kue, cukup biarkan mengembang sendiri.
- Gunakan wajan yang cekung agar bentuk cucur stabil dan minyak tidak berlebihan.
- Setelah diangkat, tiriskan di atas tisu dapur atau rak kawat agar minyak terserap maksimal.
Kue cucur bukan hanya soal rasa manis gula merahnya, tapi juga tentang kesabaran dalam prosesnya. Sama seperti hidup, ia butuh waktu, ketenangan, dan sentuhan hati agar hasilnya sempurna
Editor : Erina Faiha