Serang, Bantentv.com – Kasus kekerasan dan penyimpangan perilaku anak melalui media sosial cukup mengkhawatirkan bagi orang tua.
Menanggapi fenomena tersebut, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Serang melalui Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak memperkuat program Digital Parenting.
Ketua Tim Perlindungan Khusus Anak DP3AKB Kota Serang, dr. Hena Arlini, mengatakan tahun 2025 mencatatkan 65 kasus yang telah ditangani. Sepanjang tahun 2026 hingga bulan Mei, tercatat 22 kasus yang dilaporkan. Dari jumlah tersebut, kasus yang berkaitan dengan penggunaan gadget dan media sosial sebanyak 8 kasus.
Baca Juga: Apa Itu Child Grooming? Kenali Modus dan Tanda-Tandanya Sejak Dini
Hena menjelaskan modus kekerasan seksual saat ini banyak bermula dari pintu masuk media sosial. Salah satu yang paling diwaspadai adalah grooming dan penyebaran konten pribadi.
”Ada kasus dimana keluarga melaporkan adiknya diancam untuk membagikan foto atau video melalui kenalan dimedsos. Ada juga yang terlibat grooming, yaitu anak diikat secara psikis oleh orang yang usianya jauh lebih tua agar dipaksa dewasa sebelum waktunya,” ujar Hena, Selasa, 12 Mei 2026.
Selain itu, pihaknya juga menangani kasus anak yang terpapar grup LGBT dimedia sosial serta kecanduan gadget yang menyebabkan anak mengalami tantrum hebat jika dipisahkan dari gadget.
Baca Juga: Mahasiswa KKM Kelompok 2 UNBAJA Gelar Seminar Parenting
Untuk memudahkan masyarakat melapor dan berkonsultasi, DP3AKB Kota Serang telah meluncurkan berbagai inovasi layanan pencegahan seperti nyape wacil, akses pelaporan berbasis web hasil kerja sama dengan Diskominfo. Masyarakat cukup mencari kata kunci Nyape Wacil di internet untuk terhubung langsung dengan web Pusat Pembelajaran Kelurga (PUSPAGA) DP3AKB Kota Serang.
Kemudian Koling Pepa (Konsultasi Keliling PPA), Layanan jemput bola untuk edukasi dan konsultasi langsung ke tengah masyarakat.
Dan Sekolah Keluarga, Program khusus yang menyasar keluarga dengan anak yang memiliki Perilaku Sosial Menyimpang.
Baca Juga: Kunjungi Rumah Aman DP3AKB, Arfina Rustandi Ingatkan Remaja Waspada Modus Kenalan di Medsos
Menurut Hena, pencegahan terbaik bermula dari keluarga. Ia menekankan pentingnya Digital Parenting atau pola asuh digital dimana orang tua hadir untuk mengenalkan internet yang aman dan bijak.
”Anak itu terkadang hanya butuh didengar. Jika komunikasi dirumah buruk, anak akan mencari tempat curhat lain dan cenderung over sharing informasi pribadi dimedia sosial. Inilah yang membuat mereka rentan menjadi korban,” tegas Hena.
Meskipun angka pelaporan kasus menunjukkan peningkatan, Hena menilai hal tersebut sebagai indikasi positif bahwa akses layanan semakin dipercaya masyarakat. Targetnya bukan sekadar menurunkan angka, melainkan memastikan penanganan kasus mencapai 100%.
”Keluarga adalah sekolah seumur hidup. Selama keluarga masih eksis, maka program edukasi dan pencegahan ini akan terus kami galakkan agar anak-anak di Kota Serang tidak menjadi korban maupun pelaku kekerasan,” tegas Hena.
Hena menjelaskan tips Digital Parenting pola asuh bagi orang tua untuk anaknya ialah Bangun komunikasi dua arah, bukan hanya memberi perintah. Tetapkan aturan penggunaan gadget secara konsisten dirumah.
Berikan pemahaman tentang konsekuensi atas setiap tindakan didunia maya. Dan Jadilah tempat pertama bagi anak untuk mengadu ketika mereka merasa tidak nyaman dengan orang asing diinternet.
Editor : Erina Faiha